SPPG Yayasan Bai Mahdi Ma’mun di Pandeglang Utamakan Kualitas Menu MBG

BANTEN72- Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Dapur Sukaratu yang dikelola Yayasan Bai Mahdi Ma’mun terus menunjukkan komitmennya dalam mengedepankan kualitas menu Makanan Bergizi Gratis (MBG) bagi masyarakat penerima manfaat.

Komitmen terhadap kualitas tersebut diharapkan dapat menopang program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dalam upaya pemenuhan gizi masyarakat, khususnya anak-anak dan kelompok penerima manfaat lainnya.

Kepala Dapur SPPG Sukaratu Yayasan Bai Mahdi Ma’mun, Fajar Yusuf Pebrian, mengatakan pihaknya terus berupaya menjaga mutu menu makanan sekaligus memastikan pendistribusian MBG berjalan tepat waktu.

“Kami terus berkomitmen untuk mengutamakan kualitas menu makanan pada program MBG. Alhamdulillah, SPPG Dapur Sukaratu selalu tepat waktu dalam pendistribusian MBG untuk 3.300 penerima manfaat,” kata Fajar kepada Kabar Banten, Rabu (21/1/2026).

Baca juga:  Bulan Ramadan Menambah Semagat Bekerja, Ini Penjelasan Kadis PUPR Pandeglang

Ia menjelaskan, SPPG Dapur Sukaratu telah memenuhi seluruh persyaratan yang ditetapkan dalam program MBG. Selama pelaksanaan sejak Oktober 2025 hingga Januari 2026, kegiatan berjalan lancar tanpa kendala berarti.

“Kami mendistribusikan MBG kepada 3.300 penerima manfaat yang tersebar di satu TK, tiga SD, satu MTs, dua pondok pesantren, dan satu SMA. Seluruh proses berjalan lancar,” ujarnya.

Sementara itu, perwakilan Yayasan Bai Mahdi Ma’mun, Bayu Kusuma, memastikan hampir seluruh menu makanan yang disajikan telah memenuhi standar kualitas dan higienitas sesuai ketentuan.

Baca juga:  Warga Nelayan Lebak Keluhkan Kenaikan Harga BBM

“SPPG Dapur Sukaratu dilengkapi sarana dan prasarana, mulai dari mesin produksi makanan, pengemasan, hingga tenaga relawan yang telah memiliki sertifikasi sesuai standar Badan Gizi Nasional (BGN),” kata Bayu.

Selain menjalankan program MBG, lanjut Bayu, SPPG Dapur Sukaratu juga memberikan dampak positif bagi

masyarakat sekitar dengan menyerap tenaga kerja lokal. Saat ini, hampir 50 pekerja yang terlibat merupakan warga setempat.

“Dampak positif lainnya, kami juga ikut memberdayakan pelaku UMKM lokal. Sebagian besar bahan pangan yang digunakan berasal dari produk lokal yang terjamin mutu dan higienis,” ujarnya.

Baca juga:  Kualitas Pendidik MDTA dan TPQ di Upgrade

Bayu menambahkan, proses pendistribusian MBG selama ini berjalan lancar dan tepat waktu karena pengiriman ke sekolah-sekolah dilakukan menggunakan kendaraan operasional SPPG.

Hal senada disampaikan mitra SPPG Dapur Sukaratu, H. Adang. Menurutnya, seluruh proses produksi makanan di dapur SPPG selalu mengedepankan mutu, kualitas, dan kebersihan.

“Kami berkomitmen memastikan produksi dan pendistribusian MBG berjalan lancar, tepat waktu, serta sesuai dengan standar yang ditetapkan dalam program MBG,” ujar Adang.(Bt72)***

Komentar