Pemerintah Pastikan Stabilitas Harga Pangan di Tengah Gejolak Dunia

BANTEN72 – Pemerintah memastikan stabilitas harga pangan tetap terjaga di tengah dinamika global melalui berbagai intervensi yang terukur. Upaya ini dilakukan untuk menjaga keseimbangan harga di tingkat produsen dan konsumen, sekaligus melindungi petani serta mempertahankan daya beli masyarakat.

Direktur Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) Badan Pangan Nasional (Bapanas), Maino Dwi Hartono, menegaskan bahwa langkah pemerintah dilakukan secara kolaboratif dan responsif.

“Pemerintah terus menjaga stabilitas pangan nasional melalui langkah-langkah kolaboratif yang terukur dan responsif,” ujarnya.

Harga pangan pokok strategis terpantau stabil di tingkat konsumen. Di sisi lain, perhatian terhadap keseimbangan harga di tingkat produsen terus diperkuat guna menjaga keberlanjutan usaha petani dan peternak.

Baca juga:  OPM Langgar Nilai Kemanusiaan, Aparat Perkuat Stabilitas Keamanan

Menurutnya, stabilitas harga dan ketersediaan stok mulai menunjukkan hasil positif, seiring efektifnya penerapan instrumen kebijakan seperti harga eceran tertinggi (HET) dan harga acuan penjualan (HAP).

“Namun kadang yang terjadi di lapangan, dinamikanya cepat berubah. Begitu harga di konsumen berfluktuasi, pemerintah cepat bertindak. Ini tentu langkah taktis yang luar biasa,” jelasnya.

Pengawasan harga juga terus diperkuat bersama Satgas Saber Pangan.

Baca juga:  Royal Pusat Belanja di Kota Serang yang Selalu Ramai Siang dan Malam

“Pengawasan harga di tingkat konsumen sudah berjalan baik, selanjutnya juga perlu ditingkatkan pada penjagaan harga di tingkat produsen,” tambahnya.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan tren positif, di mana sejumlah komoditas mengalami penurunan harga.

“Daging ayam ras ada penurunan IPH di 125 kabupaten/kota, meningkat dari sebelumnya 64 daerah. Telur ayam ras juga turun di 116 kabupaten/kota,” ungkapnya.

Penurunan juga terjadi pada cabai merah di 198 daerah, cabai rawit di 161 daerah, serta daging sapi di 105 daerah.

Baca juga:  Pemerintah Mencegah Kenaikan Harga Pangan Jelang Nataru

Sementara itu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa program pemerintah berdampak langsung pada kesejahteraan petani dan peternak. “Program prioritas pemerintah sangat berpihak pada rakyat. Ini nyata, karena langsung menyentuh kebutuhan dasar masyarakat sekaligus mengangkat kesejahteraan petani dan peternak,” ujarnya.

Di sisi lain, Wakil Menteri Perindustrian Mohammad Faisal Reza memastikan ketersediaan pangan nasional dalam kondisi aman. “Cadangan pangan dalam kondisi aman dan mencukupi, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir,” katanya.*

Komentar