Rekrutmen Ribuan Manajer Koperasi Merah Putih Dibuka

BANTEN72 – Pemerintah resmi membuka rekrutmen besar-besaran untuk posisi manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih), sebagai bagian dari upaya memperkuat ekonomi kerakyatan sekaligus membuka peluang kerja luas bagi generasi muda di seluruh Indonesia.

Kebijakan ini menjadi salah satu langkah konkret pemerintah dalam mendorong pemerataan pembangunan berbasis desa di tengah dinamika ekonomi global yang menuntut ketahanan ekonomi nasional yang lebih kuat.

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menyampaikan bahwa pada tahap awal, pemerintah menyediakan sedikitnya 30.000 formasi manajer koperasi yang akan ditempatkan di berbagai daerah.

“Negara memanggil putra-putri terbaik untuk hadir di desa, kelurahan, dan kampung nelayan. Mari kawal bersama agar yang terpilih benar-benar SDM terbaik demi Indonesia maju,” ujar Zulkifli.

Baca juga:  Bupati Pandeglang Dewi Setiani Resmikan Koperasi Desa Merah Putih Kertasana

Rekrutmen ini terbuka bagi lulusan D3, D4, hingga S1 dari semua jurusan, dengan batas usia maksimal 35 tahun dan IPK minimal 2,75. Pendaftaran dibuka pada 15 hingga 24 April 2026 melalui kanal resmi Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC).

Pemerintah menegaskan seluruh proses seleksi dilakukan secara terbuka, transparan, dan tanpa pungutan biaya, sekaligus menutup celah praktik percaloan maupun titipan.

Bahkan, pemerintah memastikan tidak ada jalur khusus dalam proses ini sehingga seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama untuk lolos berdasarkan kompetensi.

Baca juga:  Program MBG Jalin Kemitraan dengan UNICEF

Rekrutmen ini merupakan bagian dari strategi besar pemerintah dalam mempercepat pembangunan 30.000 unit Kopdes Merah Putih yang ditargetkan rampung pada pertengahan 2026.

Program ini juga terintegrasi dengan pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih, sehingga diharapkan mampu memperkuat sektor pangan dan kelautan secara simultan.

Selain membuka peluang kerja profesional, program ini juga dirancang untuk mendorong keterlibatan masyarakat lokal.

Dalam kondisi nilai seleksi yang setara, pemerintah akan memprioritaskan putra daerah guna memastikan efisiensi operasional sekaligus memperkuat dampak ekonomi di wilayah setempat.

Pendekatan ini diyakini mampu menekan biaya operasional sekaligus mempercepat adaptasi manajer terhadap karakteristik daerah.

Baca juga:  Pemerintah Tingkatkan Peluang Kerja Lewat Peningkatan Investasi

Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota, menambahkan bahwa skema koperasi ini dirancang agar manfaat ekonominya langsung dirasakan masyarakat.

“Sebagian besar keuntungan koperasi akan dikembalikan ke desa, sehingga perputaran ekonomi benar-benar terjadi di tingkat lokal,” jelasnya.

Dengan langkah ini, pemerintah tidak hanya membuka peluang karier bagi anak muda, tetapi juga memperkuat fondasi ekonomi nasional berbasis desa. Setiap unit koperasi bahkan diproyeksikan mampu menyerap belasan tenaga kerja lokal, sehingga efek berganda terhadap penciptaan lapangan kerja semakin nyata.*

Komentar