BANTEN72- Warga nelayan di wilayah Lebak bagian Selatan mengeluhkan kebijakan pemerintah pusat menaikan harga bahan bakar minyak atau BBM.
Para nelayan meniilai dengan naiknya harga BBM bersubsidi itu akan mempengaruhi pendapatan , karena harga BBM itu tidak sebanding dengan hasil tangkapan ikan.
Hal itu dikatakan Satrawi, nelayan asal Muara Binuanguen, Kecamatan Wanasalam, Kabupaten Lebak, kepada Banten72.com, Rabu (7/9/2022)
Ia menyatakan, saat ini para nelayan harus berpikir keras untuk mengatasi pemenuhan bahan bakar minyak (BBM) akibat naiknya harga , bahkan para nelayan terancam mogok melaut.
“Bagaimana tidak, kenaikan signifikan harga BBM membuat mereka kewalahan untuk biaya operasional melaut” ucapnya.
Selain itu, kata dia, dengan kenaikan harga BBM itu menjadikan pengeluaran dan pemasukan tidak sebanding karena biaya operasinal jadi membengkak
“Pengeluaran dan pemasukan tidak sebanding, karena biaya operasional membengkak,” kata Satrawi.
- Belia Jayabaya Ajak Masyarakat Dukung Wajib Belajar 1 Tahun Prasekolah Sebelum Anak Masuk SD
- Kelestarian Lingkungan dan Ekonomi Sirkular Jadi Modal Baru Pertumbuhan Nasional
- Pemerintah Responsif Terhadap Masukan Masyarakat
- PP 20/2026 Mendorong Usaha Naik Kelas
- Rupiah Dijaga Melalui Langkah Terukur dan Penguatan Fundamental Ekonomi
Sebelum BBM naik, lanjut Satrawi, biaya operasional menghabiskan Rp 1 juta. Sedangkan pendapatan hasl tangkapan ikan juga belum optimal. Apalagi sekarang setelah BBM dinaikan itu akan semakin membebani usaha para nelayan.






Komentar