BANTEN72- Tim Studi Strategis Dalam Negeri (SSDN) Program Pendidikan Penyiapan dan Pemantapan Pimpinan Nasional (P4N) Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia menilai berbagai program pembangunan yang dijalankan oleh Bupati Pandeglang Raden Dewi Setiani sejalan dengan Asta Cita Presiden Republik Indonesia.
Penilaian tersebut disampaikan saat tim SSDN P4N Lemhanas RI melakukan kunjungan lapangan ke sejumlah lokasi program pembangunan di Kabupaten Pandeglang, Banten, Selasa (10/4/2026).
Beberapa lokasi yang dikunjungi antara lain program tanam padi di Kecamatan Cimanuk serta budidaya ikan di kawasan wisata Bukit Sinyonya, Kecamatan Banjar.
Peserta P4N Lemhanas RI Kombespol Muhamad Ali Hadinur mengatakan kunjungan tersebut merupakan bagian dari kegiatan studi strategis untuk melihat secara langsung implementasi program pembangunan di daerah.
“Dalam program P4N kami melakukan studi strategis ke berbagai daerah untuk melihat implementasi kebijakan pembangunan. Dari yang kami lihat di Pandeglang, program Presiden dapat diteruskan dan dijalankan dengan baik di tingkat daerah,” katanya.
Menurut dia, berbagai program yang dijalankan pemerintah daerah menunjukkan adanya sinergi antara kebijakan pemerintah pusat dan daerah, terutama dalam mendukung penguatan ekonomi masyarakat dan ketahanan pangan.
Sementara itu, Bupati Pandeglang Raden Dewi Setiani mengatakan program pembangunan daerah di bawah kepemimpinan Dewi–Iing dirancang untuk mendukung visi pembangunan nasional yang tertuang dalam Asta Cita Presiden RI.
Ia menjelaskan terdapat delapan program unggulan yang menjadi prioritas pembangunan daerah, yakni Petarung, Lembur Bagja, Ngalangkah, Ponpes Go, Kreativasi, Bakul, Gaspol, dan Didingkilik.
“Delapan program unggulan ini menjadi arah pembangunan Kabupaten Pandeglang selama lima tahun ke depan dan akan dilaksanakan secara bertahap menyesuaikan kemampuan anggaran daerah,” kata Dewi.
Bupati berharap program tersebut dapat mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat potensi daerah, baik di sektor pertanian, perikanan, pendidikan maupun pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Sementara itu, Kepala Desa Bandung, Kecamatan Banjar, Wahyu mengatakan produk ikan dari budidaya di kawasan wisata Bukit Sinyonya kini telah menembus pasar internasional.
Menurut dia, permintaan ikan tersebut datang dari sejumlah negara seperti Jepang, Arab Saudi, Timor Leste, Malaysia, hingga Vietnam.
“Untuk Vietnam saja kami sudah mengirim sekitar 5.000 ekor ikan ukuran 5 sentimeter dengan harga sekitar satu dolar per ekor,” katanya.
Ia berharap dukungan berbagai pihak melalui kolaborasi pentahelix, baik pemerintah pusat dan daerah, swasta maupun lembaga lainnya, dapat terus memperkuat pengembangan budidaya ikan serta potensi wisata Bukit Sinyonya guna meningkatkan perekonomian masyarakat setempat.(Bt72)***






Komentar