Pasca Longsor Jalan Penghubung Desa, Dinas PUPR Pandeglang Kerahkan Tim Lakukan Estimasi 

BANTEN72-  Pasca longsor yang berdampak tertimbunnya ruas jalan penghubung desa di Kecamatan Menes menjadi perhatian serius Dinas PUPR untuk mengerahkan tim ke lokasi kejadian.

Tim tersebut akan bekerja melakukan estimasi tingkat kerusakan akibat longsor.

“Melihat dari kondisi  longsoran ini bukan anggaran yang sedikit. Oleh karena itu selain menghitung estimasi anggaran, kami  melakukan koordinasi dengan pemerintah provinsi dan pusat,” kata Kepala Dinas PUPR  Pandeglang, Asep Rahmat kepada Banten72.com, Rabu (13/3/2024).

Baca juga:  Kasus Pemberhentian Seorang Siswa SMKN 4 tak Melibatkan Dewan Guru

Menurut Asep bahwa  status jalan yang terdampak  longsor itu memang  jalan desa. Namun  bencana ini adalah bagiam tanggungjawab dari pemerintah kabupaten.

“Secara aset jalan kan terbagi , ada jalan desa, Kabupaten, Provinsi dan nasional. Nah kapan penghubung yang longsor ini jalan aset desa , kami dari Dinas PUPR mengkoordinasikan dengan provinsi dan pusat sebagai upaya perbaikan,”  ujarnya.

Seperti diberitakan, Bencana longsor terjadi di ruas jalan penghubung dua Desa Cilabanbulan-Ciherangjaya,  tepatnya di Blok pesawahan Kadu Bitung Desa Cilabanbulan Kecamatan Menes Kabupaten Pandeglang, pada Senin (11/03/2024).

Baca juga:  Yoyon Sujana Optimistis Raih Rekomendasi dari DPP Demokrat

Akibat bencana alam longsor tersebut ruas jalan penghubung dua desa tersebut  terputus karena tertimbun longsoran tanah.

Menurut informasi longsor tersebut  terjadi akibat tingginya curah  hujan mengguyur wilayah Pandeglang.

Saat ini jalur penguhubung dua Desa Cilabanbulan-Ciherangjaya , Kecamatan Menes yang terputus akibat longsor  terpaksa ditutup total.

Penutupan jalur tersebut dilakukan karena khawatir terjadi longsor susulan yang bisa membayakan pengguna jalan.

Baca juga:  Kampung Maja Tengah Jadi Kawasan Tertib Lalu Lintas, Ini Penjelasan Kapolres Pandeglang

Camat Menes, Haris mengatakan melihat kondisi longsoran yang cukup luas , maka jalur tersebut di tutup total.  Sementara saat ini  jalan penghubung antara desa Cilabanbulan Kecamatan Menes dengan Desa Ciherang, Kecamatan Cisata di alihkan ke jalur Desa Kaduronyok.

Langkah pengalihan jalur itu untuk menghindari bahaya terjadinya longsor susulan.

“Sangat berpotensi ada longsor susulan, karena kondisi tanahnya yang terlihat labil . Apa lagi jika diguyur hujan potensi longsor bisa makin besar,” katanya.

Komentar

Berita Lainnya