Pameran Seni Rupa “My Artistic Soul”, Refleksi Perjalanan Panjang Ireng Halimun

BANTEN72 – Ireng Halimun yang bernama asli Iwan Ridwan pada momentum hari jadi-nya ke-61 tahun (11 Agustus 2026), kembali menggelar karya-karyanya dengan tajuk “My Artistic Soul” di Koi Kemang yang berlokasi di Jln Kemang Raya No 72, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan dari tanggal 11 -31 Agustus 2026.

Bonnie Triyana dalam pembukaannya mengatakan seni tidak pernah lahir dari ruang yang hampa. Ia tumbuh dari denyut kehidupan masyarakat, dari kerja yang menghidupi hari-hari manusia, dari kegelisahan yang lahir di tengah perubahan zaman, dan dari harapan yang terus diperjuangkan meskipun kenyataan kerap berjalan ke arah sebaliknya. Seni pun bukan upaya untuk menjauh dari realitas, melainkan medium untuk melihatnya lebih utuh, lebih jernih, dan lebih manusiawi. Ia menghadirkan realitas kehidupan sebagaimana adanya, segala pertentangan, keindahan, luka, dan daya hidup yang dimilikinya.

Baca juga:  Membaca “Kepala” Yayat Lesmana dalam Pameran Jakarta PROVOKE! 2025

“Pameran tunggal seni lukis “My Artistic Soul” karya Ireng Halimun dengan kurasi Tubagus Andre Sukmana mengajak kita kembali meyakini bahwa pengalaman hidup manusia tidak pernah benar-benar lenyap selama masih ada karya yang bersedia menyimpannya. Di atas kanvas, sejarah menemukan bentuknya yang paling manusiawi, bukan sekadar sebagai rangkaian peristiwa, melainkan sebagai ingatan tentang kehidupan yang terus berdinamika. Pada akhirnya, setiap karya seni bukan hanya mengabadikan zamannya, tetapi juga menitipkan kepada masa depan pertanyaan yang sama: sejauh mana kita masih mengenali diri kita sebagai manusia, sebagai masyarakat, dan sebagai bangsa,” ujarnya.

Sementara itu kuratorial pameran Tubagus Andre Sukmana menyampaikan pameran “My Artistic Soul” menjadi semacam refleksi perjalanan panjang seorang Ireng dalam mencari dan terus menjaga kepekaan diri, imajinasi, rasa seni, dan kecintaan yang mendalam terhadap keindahan. Dalam pandangan lain jiwa artistik (artistic soul) adalah seperti merasakan emosi yang mendalam, melihat dunia dengan imajinasi yang unik, dan memiliki kebutuhan batin yang kuat untuk menciptakan atau mengapresiasi keindahan. Ini bukan hanya tentang melukis, tetapi juga cara untuk mengalami kehidupan.

Baca juga:  Pemkab Lebak Dekatkan Layanan KIR ke Lebak Selatan

“Oleh karena itu karya-karya yang dipilih dalam pameran ini menunjukkan keragaman dalam hal imajinasi, ide gagasan, dan wujud visual yang berbeda-beda. Sejumlah karya yang dipamerkan di Koi Kemang Gallery & Resto, Jakarta Selatan, ini merupakan karya lama dengan sentuhan baru (retouch) dan beberapa karya baru secara bersamaan. Bila mengacu pada konsep pameran seni rupa, barangkali bahasa kekiniannya semacam retrospektif ‘tipis-tipis’, karena tidak menyajikan keseluruhan karya sejak awal karier sebagai seorang pelukis hingga saat ini, “ katanya.

Baca juga:  Rb. Ali Siap Pamerkan Karyanya dengan Tajuk Inner Sight

“Bagi Ireng, pameran ini bukan sekadar ajang memajang karya, melainkan menjadi ruang untuk berbagi gagasan, membangun apresiasi, dan mempertemukan karya dengan masyarakat. Tentunya pengunjung juga selain mengapresiasi karya, sekaligus bisa melihat rekam jejak dan konsistensi berkarya selama Ireng berkiprah di bidang seni lukis,” tambahnya.

Bagi Irang sendiri bekarya seni harus dilakukan dengan konsisten dan dijiwai. Berpameran sebagai pengejawantahan proses penjiwaan itu ke dalam bentuk visual. Tidak harus menunggu kondisi karya dan keuangan kita sempurna dulu untuk berpameran seperti pameran ini saya gelar sesuai dengan kemampuan yang ada. “Semua ini harus kita lalui sebagai kesadaran dan tanggung jawab atas pilihan kita sebagai peseni (seniman). Saya tidak mengenal pencapaian puncak dalam berkesenian, tetapi kegiatan kesenian adalah proses pencarian hikmah yang tak pernah berhenti,” pungkasnya.*

Komentar