BANTEN72-Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga)/Kepala BKKBN Wihaji melakukan pertemuan langsung bersama ratusan remaja Kabupaten Tangerang, Selasa 8 Juli 2025. Dihadiri Bupati Tangerang Moch Maesyal Rasyid dan Wakil Bupati Intan Nurul Hikmah dan sejumlah genre serta pejabat terkait lainnya, kegiatan
bertajuk “Menteri Menyapa Remaja dalam Wujudkan Indonesia Emas 2045” ini diadakan di Aula Pendopo Bupati Tangerang.

Pada kesempatan itu, Wilhaji menyebut ada tiga isu larangan bagi generasi berencana (genre) dan perlu diperhatikan demi untuk mencapai Indonesia Emas 2045. Yakni pernikahan dini, seks bebas, dan penyalahgunaan narkoba (NAPZA). Isu-isu ini dinilai penting karena berpotensi merusak pembentukan generasi muda yang berkualitas dan berencana.
“Tiga isu inilah yang kita minta kepada teman-teman yang datang hari ini menjadi contoh dan mengkampanyekan kepada teman-teman lainnya karena itu saya termasuk yang fokus dalam hal ini,” ungkap Wihaji. Dirinya juga
menjelaskan dampak negatif dari tiga isu tersebut. Pertama pernikahan dini, dapat menyebabkan anak stunting karena kondisi biologis yang belum matang.
“Rekomendasinya wanita 21 tahun. Kalau 19 tahun oke, karena itu batasnya menurut undang-undang. Untuk laki-laki 25 tahun. Ini supaya gen, sperma, ovum-nya siap sehingga matang untuk punya anak,” paparnya. Begitu juga dengan seks bebas dan penyalahgunaan narkotika yang dapat megakibatkan berbagai masalah mulai dari hukum hingga kesejahteraan.
“Jika terjadi pasti menyesal. Karena nanti pasti ada masalah hukum, masalah ekonominya, masalah kerjanya, masalah anaknya. Jadi supaya menjadi generasi sukses dan terencana hindari tiga isu ini,” papar Wihaji. Selain itu, Wilhaji juga menyinggung masalah fatherless atau ketidak hadiran peran ayah untuk anak.
Berdasarkan penelitian, sekitar 80 persen anak lebih sering mengobrol atau curhat dengan ibunya. Sementara ayah hanya sekedar meminta kebutuhan materil. “Apakah lebih jelek jika hanya dekat ibunya? Tentu tidak. Tapi untuk lebih membentuk karakter leadeship itu dari bapak. Jadi bapaknya jangan cuma ngasih duit doang, harus ikut ngasuh anak. Kalau tidak ada peran keduanya, dikhawatirkan karakter yang jelek-jelek saja yang menular,” bebernya.
Untuk lebih meningkatkan peran ayah dalam keluarga, Wihaji mengaku pihaknya telah membentuk Gerakan Ayah Teladan. Gerakan ini bertujuan untuk mengatasi fenomena fatherless dan menciptakan generasi yang lebih berkualitas.
“Nanti saya akan kumpulkan 1.000 bapak-bapak untuk ikut Gerakan Ayah Teladan. Jadi bapak-bapak harus nganter anak ke sekolah, ikut ke kelasnya. Intinya mendorong peran ayah khususnya dalam pengasuhan, perlindungan, dan pendidikan anak,” katanya.
Terkait Indonesia Emas 2045, Menteri Wihaji menjelaskan dari sekitar 72 juta keluarga di Indoesia, ada 70,2% penduduk yang usianya 14 sampai 65 tahun. Artinya sekitar 70% usianya produktif. Untuk itu, mereka harus dipersiapkan sedini mungkin dengan matang. “Disiapkan dengan memastikan agar anak-anak tidak stunting, jaga gizinya, IQ-nya tidak kurang dari 78. Termasuk tidak melakukan tiga isu remaja,” tandasnya.
Sementara Bupati Tangerang, Moch Maesyal Rasyid menyampaikan bahwa kalangan remaja saat ini menghadapi banyak tantangan. Karena itu, harus dibekali dengan pendidikan yang baik, wawasan kebangsaan, nilai-nilai moral dan spiritual, serta keterampilan hidup yang memadai.
“Dan tidak kalah penting, para remaja juga harus memiliki ketahanan fisik dan mental, serta bebas dari risiko yang dapat merusak masa depan mereka. Dan untuk mewujudkan cita-cita besar Indonesia Emas, kita harus mempersiapkan generasi muda yang berkualitas, unggul, dan berkarakter sejak sekarang,” tegasnya.
Oleh karena itu, program pembinaan dan pemberdayaan remaja perlu menjadi prioritas bersama, baik oleh pemerintah, keluarga, satuan pendidikan, maupun masyarakat secara luas. Maesyal juga berpesan kepada para remaja Kabupaten Tangerang agar jangan mudah putus asa, namun mau terus belajar cerdas, kreatif, sehat, berdaya saing dan mampu berpikir kritis, serta memiliki semangat nasionalisme yang tinggi.
“Bekali diri dengan iman, akhlak yang mulia, ilmu dan teknologi agar kelak kalian dapat menjadi pemimpin yang tangguh dimasa depan. Masa depan bukan milik mereka yang paling cepat, tapi milik mereka yang terus mau belajar dan tidak pernah menyerah,” pungkasnya. **







Komentar