Pameran Drawing di Bulan Menggambar Nasional

BANTEN72 – Dalam rangka memperingati Bulan Menggambar Nasional, pameran drawing bertajuk “Wajah Nusantara” akan berlangsung pada 2-30 Mei 2026 di Teras Bamboo. Pameran ini menghadirkan karya-karya dari sejumlah seniman perupa Banten yang mencoba membaca wajah Nusantara dari berbagai sudut pandang-sebagai manusia yang hidup, tumbuh, dan berakar di tanah yang sama.

Wajah-wajah yang ditampilkan bukan sekadar rupa. Ia adalah jejak perjalanan. Ada sejarah yang diam-diam menempel di garis-garisnya-tentang pertemuan budaya, tentang warisan yang terus hidup dalam keseharian. Ada pula hal-hal yang terasa dekat: aroma dapur, rasa masakan tradisional, dan kebiasaan sederhana yang membentuk siapa kita hari ini.

Baca juga:  Pemkab Pandeglang Resmikan Labkesda, Bupati: Terus Berikan Pelayanan kepada Masyarakat

Di balik itu semua, terselip dinamika sosial dan politik yang ikut memberi warna. Wajah bisa menyimpan harapan, kegelisahan, bahkan keteguhan. Ia jujur, meski sering tak banyak bicara. Kita hanya perlu berhenti sejenak untuk benar-benar melihatnya.

Lingkungan pun hadir sebagai bagian yang tak terpisahkan. Hutan, laut, dan tanah Nusantara bukan sekadar latar, melainkan ruang hidup yang membentuk cara kita merasa dan memahami dunia. Dari sana, kita diingatkan-bahwa merawat alam berarti juga merawat diri kita sendiri.

Baca juga:  HPN 2026, Anggota DPRD Pandeglang Abdul Rojak Sebut Pers Bagian dari Pilar Demokrasi

Selama satu bulan, pameran ini akan disertai beberapa kegiatan pendukung-mulai dari sesi menggambar hingga diskusi santai. Semua dirancang sebagai ruang pertemuan yang hangat, tempat orang-orang bisa berbagi cerita, sudut pandang, dan pengalaman.

Perupa Banten, Indra Kesuma yang juga panitia pameran mengatakan, pameran “Wajah Nusantara” bukan hanya tentang melihat karya. Ini adalah ajakan untuk lebih peka-untuk melihat lebih dekat, memahami lebih dalam, dan menyadari bahwa di setiap wajah, ada cerita yang layak dihargai. Dari berbagai sudut pandang, kita diajak untuk menemukan kembali rasa cinta, sekaligus menumbuhkan kepercayaan diri sebagai orang Nusantara.*

Komentar