Sekda Pandeglang Asep Rahmat Maknai Keistimewaan Malam Lailatul Qadar

BANTEN72– Sosok birokrat Pandeglang Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pandeglang, Asep Rahmat, memaknai malam Lailatul Qadar sebagai momentum istimewa bagi umat Islam untuk meningkatkan keimanan dan memperbanyak amal ibadah di bulan suci Ramadan.

Menurut Asep Rahmat, malam Lailatul Qadar merupakan malam yang sangat mulia karena memiliki keutamaan yang luar biasa, bahkan disebut lebih baik dari seribu bulan.

Oleh karena itu, ia mengajak masyarakat untuk memanfaatkan kesempatan tersebut dengan memperbanyak doa, dzikir, membaca Al-Qur’an, serta melakukan berbagai amalan kebaikan.

Baca juga:  Sidak kehadiran para Lurah di Upacara Hari Lahir Pancasila, Pj Walikota Serang: " Tidak Apel Berarti Tidak Menghargai Bangsa "

“Lailatul Qadar adalah malam yang penuh keberkahan dan ampunan. Ini menjadi kesempatan bagi kita semua untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT serta memperbaiki diri menjadi pribadi yang lebih baik,” kata Asep Rahmat.

Ia menambahkan, malam Lailatul Qadar juga mengandung makna refleksi diri bagi setiap umat Muslim agar senantiasa meningkatkan kualitas ibadah, memperkuat kepedulian sosial, serta menjaga kebersamaan di tengah masyarakat.

Baca juga:  DPKPP Pandeglang Salurkan  Program  Rumah BSPS, Ini Bisa Tangani Kemiskinan Ekstrem

Menurutnya, nilai-nilai yang terkandung dalam malam Lailatul Qadar tidak hanya berkaitan dengan ibadah secara personal, tetapi juga menjadi pengingat pentingnya membangun kehidupan sosial yang harmonis, penuh empati, dan saling membantu.

“Momentum ini hendaknya kita jadikan sebagai sarana untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah, meningkatkan kepedulian kepada sesama, serta menjaga persatuan dan kebersamaan di tengah masyarakat,” katanya.

Asep Rahmat juga berharap bulan Ramadan dapat menjadi sarana pembinaan spiritual bagi masyarakat, sehingga nilai-nilai kebaikan yang dibangun selama Ramadan dapat terus terjaga dalam kehidupan sehari-hari.

Baca juga:  Pileg 2024, Inilah Enam Besar  Caleg  Peraih Suara Terbanyak di Pandeglang 

Ia pun mengajak seluruh masyarakat Pandeglang untuk mengisi sepuluh malam terakhir Ramadan dengan berbagai kegiatan ibadah, seperti salat malam, i’tikaf di masjid, serta memperbanyak doa agar dapat meraih keberkahan malam Lailatul Qadar.

“Semoga kita semua diberikan kesempatan untuk bertemu dengan malam Lailatul Qadar dan memperoleh keberkahan serta ampunan dari Allah SWT,” pungkasnya. (Bt72)***

 

Komentar