Menyinggung soal perbedaan pendapat terhadap kebijakan eksekutif dari Fraksi Gerindra , hal itu hanya untuk memberikan masukan saja. “Tetap sampai saat ini Gerindra sebagai parpol pengusung Irna-Tanto dan bukan oposisi,” katanya.
Sementara itu Ketua DPC Demokrat Pandeglang Fuhaira Amin menyatakan, terkait agenda Pilkada Pandeglang, pastinya Demokrat ikuti fatsun DPP. Namun mekanismenya masih panjang, karena biasanya DPP mengirim surat ke DPD dan DPC untuk membuka pendaftaran bakal calon bupati dan wakil bupati.
“Iya, terkait mekanismenya DPC mengusulkan minimal 3 (tiga) nama kandidat bupati ke DPP melalui DPD,” kata Fuhaira.
Ia menyatakan berdasarkan monitor DPC saat ini banyak kader yang antusias akan mengikuti proses pemilihan bupati, diantaranya ada nama Rizki Natakusumah , Yoyon Sujana dan beberapa nama lainnya.
“Saya Doakan mereka untuk tetap istiqamah, berlomba dalam kebaikan. Terus berkampanye sosialisasi edukatif, saling sinergi , menjaga harmonisasi internal di semua lini tingkatan struktur khususnya bagi mereka yang berminat mencalonkan diri sebagai bupati dari internal partai,” ujarnya.
Ketua DPD PAN Pandeglang Candra Angga Rahmayanda mengatakan, soal bursa Pilkada Pandeglang akan.patuh dengan instruksi DPP . “Kami fokus Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) yang di dalamnya ada Golkar , PAN dan PPP,” ujarnya.
Candra menyebutkan , mengenai sosok atau figur Bupati Pandeglang pada Pilkada 2024 mendatang, sampai sekarang PAN belum menentukan bakal calon bupati. Sebaliknya, PAN masih fokus agenda persiapan Pileg.
” Kemungkinan figur bupati itu kami putuskan setelah Pileg. Karena hasil Pileg sangat menentukan apakah nantinya PAN mencalonkan kader internal atau eksternal,” kata Candra. (Red/Bt72)***





Komentar