Disnakertrans Banten Dukung Pendidikan Vokasi Mengurangi Pengangguran

BANTEN 72 – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Banten siap mendukung rencana pengembangan program pendidikan vokasi di tingkat sekolah SMK, dalam rangka menciptakan tenaga siap kerja dan menekan angka pengangguran.

“Kita dukung program ini sesuai dengan apa yang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) butuhkan,” kata Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Banten Septo Kalnadi di Serang, Senin 24 Agustus 2026.

Septo mengatakan, secara teknis pelaksanaan program ini diselenggarakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Banten sesuai kewenangannya. Namun demikian, Disnakertrans Banten siap mendukung program percontohan tersebut sesuai dengan tugas dan fungsi Disnakertrans dalam program tersebut.

“Sekarang belum ada permintaan dukungan terhadap program ini,” kata Septo Kalnadi.

Baca juga:  Tingkatkan Mutu Pendidikan Dasar di Kabupaten Serang, Ini yang Dilakukan Disdikbud

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten menggandeng pihak industri untuk mengembangkan program pendidikan vokasi di tingkat Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sebagai upaya mencetak sumber daya manusia (SDM) yang siap kerja dan menekan angka tingkat pengangguran terbuka (TPT).

Gubernur Banten Andra Soni mengatakan, pendidikan vokasi yang terintegrasi langsung dengan kebutuhan dunia kerja menjadi salah satu langkah strategis untuk mencetak SDM yang unggul.

Sebagai langkah konkret, Pemprov Banten berkolaborasi dengan Yayasan SMK Mitra Industri MM2100 untuk menggagas proyek percontohan pendidikan vokasi di dua lokasi, yakni Kawasan Industri Modern Cikande di Kabupaten Serang dan Kawasan Industri Sawah Luhur di Kota Serang.

Baca juga:  Disnakertrans Banten Gelar Pelatihan Pengelasan, Penuhi Kebutuhan Dunia Kerja Dalam Maupun Luar Negeri

“Saat ini, pihak yayasan sedang melakukan tahapan studi kelayakan di kedua kawasan tersebut dengan mempertimbangkan lokasi, demografi usia sekolah, ketersediaan SMK sekitar, hingga kondisi perekonomian masyarakat,” katanya.

Upaya Pemprov Banten ini sejalan dengan tren perbaikan penyerapan tenaga kerja. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), TPT di Provinsi Banten pada Mei 2026 berada di angka 6,48 persen, turun 0,11 poin dibandingkan Februari 2026.

BPS juga mencatat total penduduk yang bekerja mencapai 5,88 juta orang, atau naik sebanyak 57 ribu orang dari Februari 2026. Adapun penduduk usia kerja di Banten pada Mei 2026 tercatat sebanyak 9,62 juta orang, dengan angkatan kerja mencapai 6,29 juta orang.

Baca juga:  Dishub Maksimalkan Potensi Parkir di Kabupaten Serang

Selain proyek percontohan di kawasan industri, Pemprov Banten turut memperkuat daya saing tenaga kerja lokal melalui berbagai kebijakan prioritas. Langkah tersebut mencakup pembukaan pelatihan berbasis kompetensi di UPTD untuk warga usia angkatan kerja, optimalisasi sistem informasi lowongan kerja (Siloker), penyelenggaraan Job Fair, dan perluasan kesempatan kerja.

Gubernur menambahkan, dengan adanya sekitar 8.924 industri berskala kecil hingga besar yang beroperasi di Banten, optimalisasi pola pendidikan vokasi ini diharapkan dapat membuat lulusan SMK terserap sebagai tenaga kerja yang andal dan profesional.

“Jadi persoalan lulusan SMK yang belum tertampung di dunia kerja itu bisa diselesaikan ke depannya,” ujarnya. (adv)***

Komentar