Optimalkan PAD, Ini Catatan DPRD Pandeglang Atas Laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2022

BANTEN72- DPRD Kabupaten Pandeglang memberikan catatan kepada pemerintah daerah atas laporan pertanggungjawaban pelaksanaan APBD tahun anggaran 2022.

salah satu yang direkomendasikan dewan atas pertanggungjawaban APBD tahun 2022 itu yakni menekankan kepada Pemkab Pandeglang untuk menggenjot sektor Pendapatan Asli Daerah atau PAD tahun 2023.

Hal itu dikatakan Ketua DPRD Pandeglang Tubagus Udi Juhdi terkait Laporan  Pertanggungjawaban pelaksanaan APBD   tahun anggaran 2022.

“Saat ini Pandeglang mengalami defisit anggaran di bulan ke empat tahun anggaran  2023. Ini disebabkan anggaran dana alokasi umum pusat tidak bisa digunakan sembarangan, sehingga berdampak terhadap kemandiran fiskal Pandeglang. Jadi solusinya untuk mengimbangi bantuan anggaran pusat yang tidak optimal harus dengan peningkatan PAD,” kata Udi kepada Banten72.com, Rabu (12/7/2023).

Baca juga:  Wujud Kepedulian Kemanusiaan, Legislator PKS Pandeglang Sisihkan Gaji untuk Korban Bencana di Aceh dan Sumatera

Menurut Udi, saat ini DPRD telah membahas soal laporan pertanggungjawaban pelaksanaan APBD tahun  anggaran 2022 bersama tim anggaran pemerintah daerah.  Sebagai tindaklanjutnya, kata Udi, dewan telah  menyusun  laporan badan anggaran pembahasan Raperda pertanggung jawaban pelaksanaan APBD  tahun 2022.

 “Jadi ada catatan dan rekomendasi yang disampaikan dewan kepada eksekutif.  Dari sekian catatan itu , maka kami memberikan saran dan masukan kepada pemerintah daerah untuk kerja keras menggenjot sektor PAD,” katanya.

Baca juga:  Legislator Perempuan PPP Hj. Jahronah Aktif Turun ke Masyarakat, Serap Aspirasi Warga di Dapil

Baca Juga:

Baca juga:  Banggar DPRD Pandeglang Laporkan Hasil Pembahasan KUA dan PPAS Tahun Anggaran 2024 

Ia menjelaskan, salah satu upaya untuk mengoptimalkan PAD itu pemerintah daerah harus mengoptimalkan pendapatan dari  potensi yang bisa mendatangkan  PAD.

“Kami rekomendasikan Pemkab untuk mengiptimalkan PAD  disemua sektor seperti   parawisata,hotel dan rumah  makan, penggunaan air bawah tanah dan sektor lainnya,” ujarnya.

Sementara itu , kata Udi  bahwa hingga bulan ke enam tahun 2023, reisasi PAD baru mencapai sekitar Rp 40 miliar dari target yang diproyeksikan tahun 2023 sekitar  Rp 289 miliar. 

Komentar