BANTEN72 – Tidak berlebihan menyebut Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Tangerang Slamet Budhi Mulyanto sebagai pemimpin masa depan. “Ia adalah silent innovator” . Pujian itu disampaikan Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie dalam buku terbitan terbaru Ayjo (Ayo Joint Media) berjudul The Joyful Retirement, Setelah Apel Terakhir. Buku setebal 265 halaman itu ditulis dalam tempo singkat selama 71 hari oleh Ayu Cipta dan Joniansyah Hardjono.
““Budhi ini tipikal pemimpin masa depan,” kata Benyamin yang akrab disapa Bang Ben mengenang perjalanan panjang sahabatnya.
Benyamin mengungkapkan kepemimpinan tak harus selalu bertali pada jabatan. Ia bisa hadir di dunia usaha, pemberdayaan masyarakat, hingga menjadi inspirasi generasi berikutnya. Dan semua itu ada pada diri Slamet Budhi Mulyanto.
Yang menarik, buku itu ditulis dengan gaya feature jurnalistik . Penulis mendeskripsikan dengan apik tulisan-tulisan mengenai lika-liku Slamet Budhi membangun entitas bisnis 10 tahun sebelum pensiun. Dengan tuturan khas novel buku ini tampil elegan tanpa kesan menggurui.
Penampilan dalam buku juga disusun dengan tata letak kekinian oleh Gito Waluyo dilengkapi foto-foto fotografer Eky Fajrin dan ilustrasi oleh Geense Nara, menjadi daya tarik buku.
Dalam buku yang juga menyorot hobi Slamet Budhi: offroad ini juga memuat motivasi bagi generasi Z. Inovasi ia kerjakan, hasil ia buktikan. Di balik sikap low profile itu, Slamet Budhi menorehkan tinta emas untuk Kabupaten Tangerang. The Leader Magazine Award 2025 dari Seven Media Asia datang atas kepemimpinan visionernya. Digiwara Award 2025 menyusul, berkat lonjakan penerimaan pajak daerah 17 persen. Sebelumnya, ia menjadi motor di balik raihan APBD Award 2024 untuk Pendapatan Asli Daerah tertinggi se-Provinsi Banten.
Gelar Doktor Ilmu Pemerintahan dari IPDN tahun 2023 dengan predikat sangat memuaskan hanya menegaskan satu hal: kecerdasan dan integritasnya bukan kebetulan. Ia memodernisasi layanan pajak tanpa gaduh. Ia turun ke masyarakat tanpa atribut.
Sikap itu ia warisi dari sang ayah, Drs. H. Soejoed, Bupati Ciamis (1978-1983). Sejak menjabat camat hingga Kepala Bapenda, Slamet Budhi tak pernah membawa jabatan ke lingkungan tempat tinggal. Ia menolak sopir pribadi. Ia lebih nyaman menyetir sendiri, bahkan saat keluar kota.
“Lebih santai. Kalau capek ya istirahat, sambil belanja kebutuhan warung,” ujarnya sambil tertawa.
Sebagai owner Warung Bambu di Ciater, Serpong, Tangerang Selatan, ia terbiasa mengelola waktu sendiri. Kegiatan akhir pekan itu ia jalani bersama sang istri, Nurhaidah, yang sama gemar berbelanja. Ia mau mengantri, berbaur dengan pedagang bakso untuk menggiling daging di tempat penggilingan di pasar tradisional.
Sisi lain dari birokrat kalem ini adalah hobi yang menantang: offroad. Menaklukkan lumpur, sungai, dan bebatuan menjadi cara ia mengasah nyali. Hobi itu ia tularkan pada ketiga putranya; Muhammad Adgifary, Muhammad Nazhari Taris dan Tezar Maulana Zaky.
Tak berhenti di sana, ia juga berhasil menjadi ayah sekaligus motivator yang mendorong anak-anaknya meneruskan bisnis keluarga.
Hari ini, entitas bisnis keluarga Slamet Budhi terus bertumbuh. Warung Bambu, usaha cuci kendaraan Cleangasm, dan kafe Pitcup tak pernah sepi pelanggan. Dari tangan dingin keluarga ini lahir ekosistem yang menghidupi banyak orang.
“Buku ini lahir dari kejujuran. Dari keberanian untuk bercerita apa adanya tentang hidup yang sederhana, tentang tangan yang memilih berkotor-kotor demi memulai usaha sendiri,”kata Ayu Cipta, sang penulis.
Ayu menyebut di dalam buku The Joyful Retirement, Setelah Apel Terakhir–yang ia tulis bersama sahabatnya Joniansyah itu– ada pelajaran tentang disiplin. Tentang bagaimana mengatur keuangan keluarga menjadi fondasi agar bisnis tetap sehat dan bertumbuh. Karena wirausaha yang kuat bukan hanya soal untung, tapi soal cara menjaga amanah yang dititipkan.
“Buku ini dipersembahkan sebagai inspirasi bagi para ASN yang lima atau sepuluh tahun ke depan akan menghadapi masa purnabakti,” ujar Ayu, yang juga penulis buku biografi Jalan Panjang Maesyal, dari Pesepakbola ke Pelayan Masyarakat.
Slamet Budhi telah berbagi pengalaman dan kisah usahanya yang telah disiapkan sejak dini, jauh sebelum apel terakhir tiba. Satu dasawarsa silam ia memulai usaha sesuai hobi, mengerjakannya sepenuh hati. Dan waktu membuktikan, usaha tak pernah mengkhianati hasil.
Bupati Tangerang Moch.Maesyal Rasyid pun menyampaikan kalau Slamet Budhi, sahabat dekatnya sejak masa kuliah di Akademi Pemerintahan Dalam Negeri Jatinangor, Jawa Barat itu jaringan pertemanan luas dan sikap luwes di berbagai situasi.
“Budhi pandai bergaul, jaringannya luas, dan bisa menempatkan diri di mana saja. Makanya saya sering mempercayakan dia untuk hadir mewakili saya di acara resmi,” ujar Maesyal, Bupati Tangerang 2025-2030.
Loyalitas Slamet Budhi juga menjadi nilai tambah. Menurut Maesyal, ia tidak pernah menolak tugas kedinasan dan selalu melaksanakannya tanpa keluhan. “Dia selalu siap. Loyalitasnya layak dicontoh, para ASN ” katanya.
Atas terbitnya The Joyful Retirement Setelah Apel Terakhir, Slamet Budhi pun bersyukur dengan ucapan, buku ini menjadi kado terindah. Saya pensiun dengan bahagia,”ujarnya tertawa, sukacita.*






Komentar