BANTEN72– Sebanyak 20 dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Pandeglang dihentikan sementara oleh Badan Gizi Nasional atau BGN. Akibatnya ratusan orang warga relawan dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi yang bekerja di sektor dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Pandeglang terancam kehilangan pekerjaan.
Proses penghentian dapur MBG tersebut berdasarkan Surat BGN Nomor 2738/D.TWS/05/2026 tertanggal 25 Mei 2026 tentang Pemberhentian Operasional Sementara, sedikitnya 20 SPPG di Kabupaten Pandeglang resmi disuspend.
Adapun 20 SPPG yang dihentikan sementara operasionalnya, yakni
SPPG Pandeglang Carita Sukajadi, SPPG Pandeglang Kadomas, SPPG Pandeglang Menes Alaswangi 2, SPPG Pandeglang Sobang Sobang 2,
SPPG Pandeglang Munjul Gunungbatu, SPPG Pandeglang Majasari Saruni 2, SPPG Pandeglang Jiput 3, SPPG Pandeglang Saketi Sodong, SPPG Pandeglang Pagelaran Bama, SPPG Pandeglang Majasari Saruni 1.
SPPG Pandeglang Pagelaran Margasana SPPG Pandeglang Pandeglang 3, SPPG Pandeglang Cimanuk Batubantar 2, SPPG Pandeglang Cigeulis Waringinjaya, SPPG Pandeglang Panimbang Mekarjaya 2, SPPG Pandeglang Munjul Cibitung , SPPG Pandeglang Mandalawangi Pari, SPPG Pandeglang Cikeusik Nanggala 1, SPPG Pandeglang Majasari Sukaratu 6, SPPG Pandeglang Saketi Sindanghayu 2.
Wakil Kepala Satuan Tugas (Satgas) MBG Kabupaten Pandeglang Doni Hermawan kepada wartawan membenarkan adanya penghentian sementara operasional puluhan SPPG tersebut.
“Informasi yang saya dengar memang seperti itu. Namun hingga saat ini, pihak BGN belum memberikan pemberitahuan resmi secara langsung kepada kami. Ini merupakan tindak lanjut dari hasil investigasi yang dilakukan BGN bersama tim Satgas,” kata Doni saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Kamis (28/5/2026).
Menurut Doni, langkah suspend dilakukan setelah ditemukan sejumlah pelanggaran standar operasional di beberapa dapur MBG. Pelanggaran tersebut di antaranya terkait tata letak dapur (layout) yang tidak sesuai standar hingga belum tersedianya Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).
“Setelah dilakukan pengecekan, ada beberapa SPPG yang mendapatkan sanksi karena tidak memenuhi ketentuan, seperti masalah IPAL dan layout dapur,” ujarnya.
Penghentian operasional tersebut pun memicu kekhawatiran di kalangan pekerja dapur MBG. Pasalnya, aktivitas produksi makanan kini terhenti sehingga berpotensi memengaruhi penghasilan para pekerja harian.
Jika suspend berlangsung dalam waktu lama, ratusan pekerja yang selama ini menggantungkan hidup dari program MBG terancam kehilangan mata pencaharian.
Doni pun mengimbau seluruh pengelola SPPG di Kabupaten Pandeglang agar mematuhi seluruh aturan dan standar yang telah ditetapkan oleh BGN.
“Kami mengimbau seluruh SPPG di Kabupaten Pandeglang untuk mengikuti aturan yang telah ditetapkan BGN, sehingga pelaksanaan program ke depan dapat berjalan sesuai ketentuan yang berlaku,” tuturnya. (Bt72)***







Komentar