MBG Makin Efisien, Sistem Digital Kawal Distribusi dari Hulu ke Hilir

BANTEN72 — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus diperkuat melalui inovasi berbasis teknologi guna menjawab berbagai tantangan distribusi dan pengawasan di lapangan. Seiring dengan kompleksitas rantai pasok yang melibatkan banyak pihak, mulai dari dapur mitra UMKM hingga sekolah penerima manfaat, pemerintah bersama sektor swasta mulai mengadopsi sistem digital berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk memastikan proses berjalan lebih efisien, aman, dan transparan.

Pendekatan ini menjadi langkah strategis dalam membangun sistem distribusi yang mampu dikawal secara menyeluruh dari hulu ke hilir, sekaligus meminimalkan potensi risiko yang selama ini kerap terjadi, seperti keterlambatan distribusi maupun persoalan keamanan pangan.

Baca juga:  Program MBG Ciptakan Ratusan Ribu Lapangan Kerja, Ekonomi Lokal Terdongkrak

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, menegaskan bahwa pemanfaatan teknologi dalam program MBG merupakan bagian dari upaya menghadirkan solusi konkret atas kebutuhan publik. “Pemanfaatan teknologi harus diarahkan untuk menjawab kebutuhan publik secara nyata. Dalam program seperti MBG, teknologi berperan penting bukan hanya untuk meningkatkan efisiensi, tetapi juga untuk memperkuat pengawasan, akuntabilitas, keamanan proses, serta mitigasi risiko secara lebih dini,” ujarnya saat meninjau langsung implementasi sistem tersebut di sejumlah titik.

Baca juga:  Pemerintah Pastikan Bahan Baku MBG Terjaga Aman dan Berkualitas

Kolaborasi dengan sektor swasta turut memperkuat efektivitas implementasi teknologi ini. Grab Indonesia sebagai salah satu mitra dalam program tersebut menekankan pentingnya standar keamanan pangan dalam setiap proses distribusi. Chief of Public Affairs Grab Indonesia, Tirza Munusamy, menyatakan bahwa keamanan pangan merupakan tanggung jawab bersama.

“Keamanan pangan bukan sekadar standar, tetapi merupakan tanggung jawab terhadap masa depan anak-anak” ucapnya.

Baca juga:  Pemerintah Optimalkan Industri Penjaminan untuk Kemajuan Pemerataan Ekonomi

Ia juga menambahkan bahwa AI dapat meningkatkan kepastian penyediaan pangan berkualitas.

“melalui pemanfaatan pemantauan berbasis AI, kami dapat memastikan proses penyediaan makanan berjalan dengan standar keamanan pangan yang lebih aman, berkualitas, dan transparan.” Imbuh Tirza.

Pemanfaatan teknologi AI dalam program MBG menjadi langkah maju dalam menciptakan tata kelola distribusi yang lebih modern dan akuntabel.

Transformasi ini diharapkan mampu menjadi fondasi kuat dalam mendukung keberhasilan program MBG sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia. *

Komentar