Kabid Kebudayaan Dindikbud Angkat Bicara Soal Pagelaran Wayang Musikal , Rohendi : Upaya Menghidupkan Kembali Sejarah dan Budaya di Bumi Banten

BANTEN72– Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten Rohendi  angkat bicara terkait pagelaran Wayang Musikal Babad Banten yang digelar di Kabupaten Pandeglang.

Menurut Rohendi, pertunjukan tersebut merupakan langkah strategis dalam memperkuat pelestarian budaya sekaligus mengenalkan sejarah Banten kepada generasi muda dengan pendekatan yang lebih modern dan menarik.

Ia menyampaikan, pelestarian budaya tidak cukup hanya dengan menjaga warisan leluhur, tetapi juga harus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman agar tetap diminati masyarakat, khususnya kalangan muda.

Baca juga:  PWI Pandeglang Gerakan Tanam Pohon dan Bersih-bersih  Mata Air Ciwasiat, Kapolres, DLH , Perumdam dan Camat  Ikut Serta

“Pagelaran Wayang musikal menjadi media yang efektif untuk memperkenalkan sejarah dan nilai-nilai budaya Banten kepada generasi muda. Seni tradisi harus dikemas secara kreatif agar tetap hidup dan relevan di tengah perkembangan era digital,” ujar Rohendi.

Ia menjelaskan, pagelaran tersebut bukan sekadar pertunjukan hiburan, melainkan sarana edukasi yang mengangkat kisah dari manuskrip Babad Banten serta menyampaikan pesan moral tentang pentingnya menjaga persatuan, identitas daerah, dan kecintaan terhadap budaya lokal.

Baca juga:  Kalangan Milenial Cilegon Rame-Rame Daftar Caleg Ke Partai Gerindra

Menurut Rohendi, Pemerintah Provinsi Banten terus berkomitmen mendukung berbagai kegiatan kebudayaan sebagai bagian dari upaya memperkuat karakter masyarakat dan menjaga keberlangsungan warisan budaya di daerah. Komitmen itu sejalan dengan semangat membangun kebanggaan terhadap identitas budaya Banten.

Ia juga mengajak masyarakat, terutama generasi muda, untuk tidak hanya menjadi penonton, tetapi turut berperan aktif dalam menjaga dan mengembangkan seni budaya daerah.

Baca juga:  Jemaah Haji Banten  Sudah Berada di Padang Arafah , Melaksanakan Wukuf dan Persiapan Lempar Jumrah

“Iya, budaya adalah jati diri. Jika tidak kita rawat bersama, maka generasi mendatang akan kehilangan akar sejarah dan identitasnya,”  ujarnya.

Ia menyebut,  pagelaran Wayang Musikal Babad Banten sendiri memadukan unsur drama, musik, tari, dan seni pertunjukan kontemporer yang dikemas secara modern. Pertunjukan tersebut diharapkan mampu menjadi ruang edukasi sekaligus hiburan yang dapat membangkitkan kembali kecintaan masyarakat terhadap sejarah dan kekayaan budaya Banten.  ***

Komentar

Berita Lainnya