Hari Buruh 2026: Anggota DPRD Banten Nawawi: Saatnya Negara Hadir, Wujudkan Kesejahteraan Nyata bagi Pekerja Indonesia

BANTEN72– Momentum Hari Buruh 1 Mei 2026 harus menjadi titik balik dalam upaya meningkatkan kesejahteraan kaum pekerja di Indonesia. Peringatan yang setiap tahun digelar ini tidak semata menjadi ajang seremonial, tetapi juga momentum refleksi bagi pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan terpenuhinya hak-hak dasar buruh.

Isu kesejahteraan buruh masih menjadi perhatian utama, mulai dari kelayakan upah, akses terhadap pendidikan, jaminan sosial ketenagakerjaan, hingga jaminan kesehatan yang memadai. Buruh sebagai tulang punggung sektor industri dan perekonomian dinilai masih menghadapi berbagai tantangan dalam memperoleh kehidupan yang layak dan berkeadilan.

Baca juga:  Sosok Birokrat Ini Merakyat, Kepala Dindikpora Pandeglang Dewi Setiani Nikmati Kuliner di Lingkungan  Sekolah

Selain itu, kehadiran buruh dalam roda pembangunan nasional harus diimbangi dengan kebijakan yang berpihak pada kesejahteraan mereka. Pemerintah diharapkan dapat memberikan perhatian lebih serius, mengingat kontribusi besar buruh terhadap pertumbuhan ekonomi dan stabilitas industri di Indonesia.

“Buruh juga penentu kemajuan bangsa dalam sektor industri, produksi dan sektor perekonomian,” kata anggota DPRD Banten dari Fraksi PKB, H. Nawawi Nurhadi, Kamis (30/4/2026).

Menurutnya, peran buruh tidak bisa dipandang sebelah mata. Mereka merupakan bagian penting dalam menggerakkan berbagai sektor strategis yang menopang pembangunan nasional. Oleh karena itu, sudah sepatutnya buruh mendapatkan perlindungan dan kesejahteraan yang layak.

Baca juga:  Menjelang Musim Haji 2026, Penerjemah Haji Indonesia H. Irfan Siap Dukung Pemerintah Indonesia di Arab Saudi

Ia juga menegaskan bahwa buruh harus diposisikan sebagai mitra strategis pemerintah, bukan sekadar tenaga kerja. Kolaborasi antara pemerintah, pengusaha, dan buruh menjadi kunci dalam menciptakan ekosistem ketenagakerjaan yang adil dan berkelanjutan.

“Buruh merupakan anak-anak bangsa sekaligus aset negara yang mampu memajukan pembangunan negara,” katanya.
Dengan menjadikan Hari Buruh sebagai tonggak perubahan, diharapkan ke depan kebijakan ketenagakerjaan di Indonesia semakin berpihak pada peningkatan kualitas hidup buruh. Hal ini mencakup perbaikan sistem pengupahan, pemerataan akses pendidikan bagi keluarga buruh, serta penguatan program jaminan sosial dan kesehatan.

Baca juga:  Pasca Pemilu 2024,  Kapolres Pandeglang AKBP Oki  Pantau Langsung Harga Pangan di Pasar Badak

Momentum ini juga menjadi pengingat bahwa kesejahteraan buruh bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh elemen bangsa. Dengan buruh yang sejahtera, produktivitas nasional akan meningkat, yang pada akhirnya mendorong kemajuan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat secara luas. (Bt72)***

 

Komentar