DKPP Berikan Pemahaman Ke DKM Antisipasi Hewan yang Berpotensi PMK

Ia menuturkan, untuk mengantisipasi adanya yang berpotensi wabah PMK. Pihaknya terus menggalakkan sosialisasi tentang PMK dengan mengedukasi masyarakat. Apabila terdapat hewan terindikasi PMK, tim akan terjun langsung untuk menangani hewan tersebut.

“Alhamdulillah Kota Cilegon hingga saat ini masih zona hijau dari PMK. Kami juga terus menjalin komunikasi bersama peternak melalui Whatsapp Group,” ujarnya.
Ia berharap, pemahaman hewan yang mempunyai PMK, dapat dipahami oleh DKM se-Kota Cilegon. Sehingga, hewan kurban yang hendak disembelih dan dibagikan dagingnya ke masyarakat bisa dilakukan antisipasi terlebih dahulu.
“Meski di Cilegon belum ada hewan yang PMK, kami terus lakukan antisipasi. Sehingga masyarakat bisa menikmati daging dan merayakan Idul Adha dengan tenang dan nyaman,”tuturnya.
Sementara itu, pengurus DKM Risalah Kelurahan Kebondalem,Muhamad Noldi Andrian mengatakan, pihaknya mengapresiasi kepada DKPP Kota Cilegon yang sudah memberikan sosialisasi PMK. Sehingga dirinya mendapatkan pengetahuan hewan yang baik dan sehat untuk dijadikan kurban.
“Alhamdulillah menambah ilmu dan wawasan buat saya sendiri. Jujur saja, sebelum adanya sosialisasi ini, kami masih kebingungan bagaimana membedakan hewan yang sehat maupun terjangkit PMK,”ucapnya.
Ia berharap, dengan pengetahuan dan pemahaman yang diberikan oleh DKPP, semua tim bisa terjun ke lapangan untuk memeriksa hewan kurban. Karena sebentar lagi masyarakat Cilegon akan merayakan Idul Adha.
“Jadi memang meski kami sudah diberikan pemahaman, tim dari DKPP juga harus turun ke lapangan untuk melihat hewan ternak yang ada di kota Cilegon.Bila perlu, beri tanda atau dikasih sertifikat apabila hewan tersebut sehat,”ungkapnya. (Red/BT72) ***

Baca juga:  KKM 56 Untirta Menggerakan Literasi Desa Lewat Proyek Kreatif

Komentar