Disnakertrans Banten Buka Peluang Kerja dengan Gelar Pelatihan Garmen

TANGSEL – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans ) Banten melalui Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Balai Latihan Kerja (Latker) mengadakan Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) berupa Pelatihan Garmen. Pelatihan diikuti 16 peserta digelar di Balai UPTD Latker Disnakertrans Banten di Kota Tangerang, Selasa 22 Juli 2025.

Kepala UPTD Latker Disnakertrans Banten Muhamad Bayuni menjelaskan pelatihan garmen ini bertujuan membekali warga Banten untuk bisa terserap ke dunia kerja di industri garmen maupun membuka usaha mandiri.

‘Pelatihan dibimbing para instruktur profesional sehingga peserta diharapkan bisa memiliki skill dalam bidang usaha garmen. Jika lulus, mereka akan memperoleh sertifikat  dari UPTD Latker. Sedangkan yang uji kompetensi akan mendapatkan sertifikat dari BNSP,” kata Bayuni.

Baca juga:  Gubernur Banten Andra Soni Teken MoU Penempatan Transmigran, Ini Daerah Tujuannya

Instruktur pelatihan garmen Nunung Setiawati menjelaskan dalam pelatihan instruktur membekali peserta teori dan praktek. Seperti cara mengukur badan, membuat pola dan menjahit. “Setelah mendapatkan teori, peserta diterjunkan ke ruang praktek untuk mengenal masin jahit, obras, pola ke bahan potong. Diharapkan peserta atau alumni pelatihan akan diproyeksikan ke industri garmen atau wirausaha,” katanya.

Baca juga:  Dorong Investasi Tumbuh di Banten DPMTSP Tidak Persulit Izin Berusaha Investor

Ia menjelaskan,hasil dari pelatihan garmen, para alumninya  ada yang terserap ke industri garmen namun ada juga  yang miliki usaha mandiri, seperti pemotongan permak, membuat baju secara utuh,

“Peserta pelatihan mendapatkan meteran, benang, kain, kertas untuk digunakan sebagai modal membuka usaha sendiri,” tuturnya.

Dari sisi peluang kerja dan usaha, sektor garmen masih terbuka luas. Mengingat, industri garmen merupakan industri padat karya.”Kalau  industri mengandalkan keterampilan manusia, ke depan masih memiliki peluang bagus, karena merupakan kebutuhan sandang . Tetapi tetap harus ada inovasi garmen. Yang jelas  kebutuhan SDM tetap diperlukan,” katanya.

Baca juga:  Disnakertrans Banten Awasi Ketenagakerjaan di Perusahaan, Begini Langkahnya

Peserta pelatihan garmen dari Kronjo Kabupaten Tangerang, Rabiatul Adawiyah menjelaskan, dirinya mengikuti pelatihan garmen termotivasi ingin meningkatkan kompetensi sehingga memudahkan bekerja di industri garmen. Rencana saya ingin usaha sendiri, atau bekerja dulu baru buka usaha sendiri,” ucapnya.

Ia menyamapikan terimakasihh banyak kepada Gubernur Banten, Disnakertrans Banten melalui UPTD Latker  yang memfasilitasi pelatihan ini. “Semoga bermanfaat bagi kita semua,” katanya. (adv)***

Komentar