Lanjut Imam, penerapan protokol kesehatan sesuai standarisasi Kemenparekraf tersebut sudah diterapkan diseluruh destinasi wisata yang ada di Lebak. Hasilnya, beberapa tempat wisata mengalami kenaikan pengunjung yang signifikan, bahkan ada tiga destinasi wisata yang dinilai sukses penerapannya, sehingga berimbas kepada tingginya jumlah kunjungan wisata selama libur lebaran, diantaranya pantai Bageudur sekitar 71.000 orang, kawasan wisata Sawarna 72.767 dan Kelapa Warna sebanyak 18.403 orang.
Kedepan kata Imam lagi, pengelola destinasi wisata tinggal meningkatkan pelayanan dan mempertahankan penerapan protokol kesehatannya. Sehingga diharapkan bisa menjadi tempat pavorit bagi pengunjung wisata disetiap liburan atau long week end, bahkan kini, pegelola wisata wajib menjaga kebersihan agar tidak ada sampah berlebihan. Mengingat, masalah kebersihan menjadi atensi dari para pengunjung.
“Mayoritas tingginya jumlah kunjungan wisata di Lebak karena adanya faktor penerapan protokol kesehatan dari Kemenkraf. Apalagi mereka memadukannya dengan unsur kreatifitas lainnya, saya berharap ini dapat dipertahankan,”harap Imam.
Sementara itu, Erwin Komara Sukma, penggiat wisata Kabupaten Lebak meminta agar pengelola destinasi wisata meningkatkan protokol kesehatan lebih giat lagi. Karena, kedepan, jumlah kunjungan wisata diprediksi bakal meningkat. (FK)





Komentar