Bupati Serang Ratu Zakiyah Minta Pejabat Siap Siaga, Dilarang Bepergian ke Luar Daerah saat Nataru 2025-2026

BANTEN 72 – Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah menegaskan bahwa seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Serang harus siap siaga selama jelang dan libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025-2026.

Seluruh pejabat diinstruksikan untuk berada di tempat dan tidak boleh bepergian jauh. Mereka diminta tetap siaga di tempat untuk memberikan pelayanan bila terjadi lonjakan aktivitas masyarakat maupun situasi darurat sepanjang periode libur panjang.

Secara tegas, Bupati mengatakan bahwa pejabat yang membandel dan keluar daerah pada saat jelang libur Nataru akan dikenakan sanksi.

“Para pejabat tidak boleh pergi ke mana pun dan wajib standby di Kabupaten Serang selama Nataru,” tegas Ratu Zakiyah, Rabu, 10 Desember 2025.

Baca juga:  Pemerintah Pastikan Nataru 2025/2026 Berjalan Lancar

Kata Bupati akan menerbitkan surat edaran (SE) khusus terkait aturan tersebut agar menjadi perhatian bagi semua ASN di lingkungan Pemkab Serang.

“Kami segera menerbitkan surat edaran. Jika ada pejabat meninggalkan tempat, akan diberikan sanksi,” ujarnya.

Sebelumnya, Pemkab Serang menggelar Rapat Forkopimda di Pendopo Bupati Serang untuk memetakan potensi kerawanan dan kebutuhan pengamanan.

Dalam rapat tersebut, pemerintah daerah bersama Forkopimda memetakan sejumlah potensi kerawanan, seperti lonjakan wisatawan, kepadatan arus lalu lintas, serta pengawasan terhadap tempat hiburan malam dan aktivitas masyarakat di pusat keramaian.

Pemkab Serang juga menyoroti penanganan sampah di kawasan wisata serta kesiapsiagaan bencana, mengingat libur Nataru bertepatan dengan intensitas hujan yang meningkat.

Baca juga:  Pemkab Serang Salurkan Bantuan ke Korban Kebakaraan di Petir

Salah satu fokus utama adalah penyediaan posko layanan dan pos pengamanan di berbagai titik strategis.

Untuk pengamanan dan pelayanan selama libur Nataru, Pemkab Serang menurunkan 300 personel gabungan. Selain itu puskesmas juga diminta agar menyiagakan tenaga kesehatan, dokter, perawat, ambulans, hingga mobil jenazah.

“Semua itu untuk memastikan wisatawan aman dan nyaman beraktivitas di wilayah kami,” kata Zakiyah.

Sementara itu 13 posko terpadu akan didirikan oleh sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD), seperti Dinas Kesehatan, BPBD, Dinas Perhubungan, dan kepolisian. Posko ini untuk memantau  wisatawan di destinasi wisata di Kabupaten Serang yang selalu ramai dikunjungi wisatawan saat libur panjang seperti Pantai Anyer.

Baca juga:  Pengamat: Puan Maharani Dipuji Masyarakat karena Dinilai tak Ikutan Bermain Konten Receh di Media Sosial

“Posko-posko tersebut berada di wilayah barat dan timur Kabupaten Serang, terutama akses menuju kawasan wisata,” katanya.

Terpisah, Kepala Disporapar Kabupaten Serang Anas Dwisatya Prasadya mengatakan pihaknya juga telah melakukan koordinasi dengan berbagai pihak terutama BPBD dan BMKG untuk memastikan keamanan berlibur di pantai Anyer jelang nataru.

“Kita juga akan koordinasi dengan pemantau Gunung Anak Krakatau untuk mencegah informasi hoax yang selama ini beredar,” ujarnya usai rapat koordinasi.

Anas mengatakan untuk memberikan keyakinan kepada wisatawan untuk datang ke Anyer Cinangka, pada rapat koordinasi telah didapat update informasi terkait cuaca dari BMKG. Kemudian juga BPBD telah menyiapkan jalur- jalur yang aman bagi wisatawan. *

Komentar

Berita Lainnya