BANTEN72- Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Serang melakukan evaluasi penerimaan PBB-P2 di Hotel Forbis Kecamatan Waringin kurung, Kamis (4/12/2025). Kegiatan evaluasi tersebut dilakukan sebagai upaya untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).
Dalam evaluasi tersebut hadir Wakil Bupati Serang Muhamad Najib Hamas SE, MM, Sekda Kabupaten Serang Zaldi Dhuhana SP.MPP, MT, Plt Sekretaris Bapenda Tuti Amalia, SH dan para kepala desa serta camat.
Wakil Bupati Serang Muhamad Najib Hamas mengatakan kehadiran dirinya mewakili Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah untuk melakukan evaluasi pencapaian PBB-P2. Agar kedepan bisa terus berinovasi dan bekerjasama untuk memaksimalkan potensi potensi dalam segi pendapatan daerah dari pajak.

Pada kesempatan itu, Wabup menekankan kepada kades dan camat agar bersama sama mengedukasi masyarakat, untuk mengoptimalkan pajak di tingkat desa. Oleh karena itu, dia berharap DPMD dan Bapenda bisa berkolaborasi untuk menguatkan tarif tarif pajak yang telah ditetapkan.
Ia mengatakan, untuk saat ini baru 10 kecamatan yang dilakukan evaluasi. Sementara kecamatan lainnya menyusul, dan evaluasi akan disesuaikan dengan peningkatan tata ruangnya.
“Kalau capaiannya sudah bagus, sudah surplus 102 persen,” ujarnya kepada Banten72.
Wabup mengatakan bahwa di Kabupaten Serang juga terjadi perluasan wilayah industri. Untuk itu, dirinya bersama pemerintah provinsi tahun depan akan melakukan evaluasi Rencana Umum Tata Ruang (RUTR) dan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR).

Dengan demikian akan diketahui daerah mana saja yang mengalami perluasan kawasan industri hingga ke level desa. Hal tersebut menjadi bagian dari strategi untuk meningkatkan potensi pendapatan dari lahan yang dipakai untuk usaha atau industri produktif.
“Tetapi sedapat mungkin tanah-tanah yang milik masyarakat yang belum produktif tentunya kita sesuaikan dengan target perda,” katanya.
Wabup mengatakan dari evaluasi itu diharapkan agar kades dan camat melakukan inventarisasi pemilik lahan yang tidak tinggal di tempat tersebut. Misalkan di Mancak, Anyar dan Cinangka disana banyak investor yang beli tanah kemudian kantornya ada di Jakarta.
“Nah, ini dipastikan kades itu tahu siapa yang beli? Supaya penagihannya itu jelas. Nah, sekarang ini banyak yang enggak bisa ditagih karena enggak jelas di mana kantornya. Nah, ini ini salah satu evaluasi strategi ke depan,” tuturnya.
Menurut dia ada banyak lahan yang pemiliknya belum jelas, sebab rata rata investor membeli tanah bukan atas nama perusahaan tapi mediator.
“Nah, ini kendala yang dialami oleh para kepala desa,” ucapnya.
Plt Sekretaris Bapenda Kabupaten Serang Tuti Amalia mengatakan evaluasi kali ini merupakan yang kedua diakhir penerimaan. Dimana upaya dan kendala yang telah didiskusikan di evaluasi pertama kembali didiskusikan di akhir tahun ini.
Tujuan evaluasi tersebut untuk mengoptimalkan dan merumuskan strategi agar penerimaan pendapatan bisa meningkat kedepan.

“Jadi, tahun depan kita akan melakukan beberapa langkah-langkah salah satu tadi yang disampaikan oleh pak wakil. Jadi, banyak di desa yang masuk kategori PBB desa itu lahan-lahan tidur atau lahan-lahan kosong yang secara objeknya ada tapi subjeknya tidak diketahui keberadaannya,” ujarnya.
Ia mengatakan jika dilihat dari data PBB, di setiap desa kurang lebih hampir 30 persen objek yang subjeknya belum diketahui keberadaannya. Apabila berhasil dilakukan maka hal itu akan menambah penerimaan angka PBB desa sampai Rp1 miliar.
“Total PBB desa itu kan Rp30 miliar, nah untuk potensi dari objek yang disampaikan tadi sekitar Rp1 miliar. Rata rata subjeknya per orangan yang nota bene-nya sebetulnya adalah pelaku usaha atau investor. Jadi lahan-lahan itu sudah dikuasai namun secara administrasi belum dilakukan mutasi atau sudah dimutasi tapi ke atas nama perorangan,” ucapnya.
Ia mengatakan penerimaan PBB P2 kategori buku 1, 2 dan 3 tertinggi ada di Kecamatan Puloampel dengan 64,5 persen, Cikande 60,6 persen dan Cikeusal 57,5 persen. Sedangkan yang terendah adalah Binuang dengan 37,1 pesen, Tunjung Teja 28,8 persen dan Ciomas 18 persen. (Adv)***








Komentar