Sementara itu, Kantor Bahasa Provinsi Banten Asep Juanda menyatakan bahwa acara tersebut merupakan bagian dari tiga program utama Kantor Bahasa, yakni dalam rangka revitalisasi bahasa daerah.
“Kami mengkhususkan revitalisasi bahasa daerah ini pada sastra lisan pupulih , di mana itu menjadi warisan budaya Banten. Pupulih ini juga ke depan akan diangkat pada Festival Tunas Bahasa Ibu sebagai salah satu ajang yang akan diperlombakan,” kata Asep.(B-05)***






Komentar