Bupati Dewi Hadiri Tradisi Bubur Suro di Labuan, Menyimpan Makna Spiritual dan Sosial Perkuat Persatuan Masyarakat

BANTEN72 – Bupati Pandeglang  Raden Dewi Setiani menyebut bahwa tradisi pembuatan Bubur Suro yang digelar masyarakat Kecamatan Labuan bukan hanya sebatas warisan budaya, melainkan mengandung nilai-nilai spiritual dan sosial yang mendalam.

Menurut Bupati Dewi, Bubur Suro merupakan simbol doa dan harapan agar masyarakat senantiasa diberikan keselamatan, keberkahan, dan kelimpahan rezeki menyambut tahun baru Islam. Prosesi pembuatan bubur ini pun dibarengi dengan lantunan salawat dan zikir secara bersama-sama, menciptakan suasana religius yang sarat dengan nilai-nilai kebersamaan dan kekhusyukan.

Baca juga:  Gardu Ganjar Berkolaborasi Dengan Jawara Banten untuk Menangkan Ganjar Pranowo di Pilpres 2024

“Tradisi ini adalah bentuk ikhtiar batin, sekaligus media untuk mempererat tali silaturahmi dan memperkuat jiwa sosial masyarakat. Semangat gotong royong yang tercermin dalam kegiatan ini menjadi cermin kekompakan dan solidaritas yang terus terjaga,”  kata Bupati Dewi usai menghadiri acara bubur suro di Wisata Air Badudun, Desa  Banyubiru, Kecamatan Labuan Minggu (6/7/2025).

Bupati Dewi juga mengapresiasi masyarakat Labuan yang terus melestarikan tradisi tersebut, serta menjadikannya sebagai sarana edukasi budaya dan nilai-nilai keislaman bagi generasi muda.

Baca juga:  Pengrajin Bambu Mendukung Santri Ganjar Untuk Lestarikan Bambu di Indonesia

“Mari kita jadikan momen 1 Muharam sebagai titik awal untuk memperbaiki diri dan membangun Pandeglang yang lebih religius, rukun, dan sejahtera,” lanjutnya.

Semangat pelestarian budaya ini juga terlihat dari pelaksanaan kegiatan yang dirangkaikan di lokasi wisata air baru, Badudun, yang dikelola oleh Karang Taruna Desa Banyubiru  , Kecamatan Labuan. Keterlibatan aktif generasi muda dalam mengembangkan potensi lokal ini dinilai sebagai langkah positif dalam menggerakkan perekonomian melalui sektor UMKM dan pariwisata berbasis masyarakat.

Baca juga:  Asda Ekbang Pemkab Pandeglang Sebut Penanganan Sampah Teluk Labuan Harus Dari Sumbernya

“Kehadiran Badudun menjadi ruang baru bagi anak-anak muda untuk berkarya, menjaga kelestarian alam, memperkuat tali persaudaraan, serta menumbuhkan rasa persatuan dan kepedulian sosial. Ini adalah bentuk kontribusi nyata untuk daerah,” kata Bupati Dewi.

Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Pandeglang akan menjajaki kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Banten guna mendukung pengembangan kawasan wisata tersebut.

“Kami akan diskusikan lebih lanjut agar Badudun dapat difasilitasi secara maksimal, sehingga manfaatnya bisa dirasakan lebih luas oleh masyarakat sekitar,” pungkasnya. (Bt72)***

Komentar