BANTEN72 – Situasi terkini di wilayah pesisir Carita, Kabupaten Pandeglang, kembali diwarnai dentuman keras yang diduga berasal dari aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.
Dentuman tersebut disertai getaran dan abu vulkanik halus yang mulai menghujani sejumlah permukiman warga terjadi pada pukul 18.00 – 20.30 WIB.
Ketua Balawista Nasional Ade Ervin mengatakan, abu vulkanik mulai terpantau di wilayah Carita dan Labuan. Bahkan, berdasarkan informasi yang diterimanya, abu vulkanik tersebut telah mencapai wilayah Mengger, Pandeglang.
“Iya, ini abu vulkanik halus yang berbahaya dibandingkan butiran abu kasar. Kantor Balawista Nasional juga sudah dihujani abu vulkanik halus,” kata Ade Ervin kepada Banten72.com, Sabtu malam (5/9/2026).
Menurutnya, abu vulkanik tersebut mulai menempel di rumah-rumah warga maupun sejumlah hotel di kawasan Carita. Kondisi tersebut membuat Balawista Nasional mengimbau masyarakat, khususnya anak-anak, untuk menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah.
“Kami berharap pihak BPBD bisa menyiapkan masker untuk warga, karena abu vulkanik mulai menghujani wilayah Carita dan Labuan. Abu vulkanik ini bisa melayang di atmosfer dan kemudian jatuh di berbagai wilayah,” ujarnya.
Ade mengatakan, sejumlah unsur Muspika dan aparat kepolisian telah melakukan penjagaan serta pemantauan di sejumlah lokasi. Masyarakat juga diminta tetap waspada dan menggunakan masker untuk mengantisipasi paparan abu vulkanik.
Sebelumnya, aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau menimbulkan suara dentuman keras dan getaran pada Jumat (4/9/2026) sekitar pukul 22.30 WIB.
Peristiwa tersebut sempat membuat ratusan warga di Kabupaten Pandeglang, khususnya wilayah Labuan dan sejumlah daerah di selatan Pandeglang seperti Cemara, Kecamatan Cigeulis, dan Cisiih, panik hingga memilih mengungsi ke tempat yang dinilai lebih aman.
Ade menuturkan, erupsi Gunung Anak Krakatau kali ini terasa cukup kuat. Suara dentuman terdengar keras dan getarannya juga dirasakan masyarakat.
“Getaran dan suara dentumannya sangat terasa. Sampai Sabtu pagi juga masih terjadi dentuman dan getaran, namun tidak sekuat yang terjadi pada Jumat malam,” katanya.
Sementara itu, warga Pandeglang Ade mengaku saat berkendara malam ini merasakan perih di mata. Namun setelah diraba ternyata ada banyak abu halus menempel di maca helm.
“Iya, tadi pas saya mengendarai sepeda motor di jalan Mengger banyak abu halus menempel di jok motor dan helm ,” katanya. ***








Komentar