Gunung Anak Krakatau Erupsi Hebat,  BPBD:  Warga Pandeglang Diminta Menjauh 3 Kilometer dari Kawah

BANTEN72– Gunung Anak Krakatau (GAK) mulai mengalami erupsi pada Jumat malam sekitar pukul 23.07 WIB. Masyarakat diimbau tetap tenang dan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi dampak aktivitas vulkanik.

Kepala BPBD Pandeglang Riza Ahmad Kurniawan menyampaikan, masyarakat dilarang mendekati maupun melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif Gunung Anak Krakatau.

“Masyarakat diimbau tetap tenang, waspada dan mengutamakan keselamatan diri, keluarga serta orang lain,” kata Riza.

Selain itu, masyarakat diminta mewaspadai abu vulkanik dan menggunakan masker apabila diperlukan.

Riza juga mengimbau masyarakat yang berada di wilayah pesisir agar tetap tenang dan waspada serta mengikuti informasi resmi terkait perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Informasi resmi dapat dipantau melalui PVMBG, Badan Geologi Kementerian ESDM, BMKG, BMKG Provinsi Banten dan Info BMKG.

Baca juga:  Ingin Menikmati Destinasi Kuliner di Pandeglang, Yu Mampir di Kopi Bakar Bapak Endut

“Masyarakat juga diminta tidak menyebarkan video atau foto lama maupun informasi yang belum terverifikasi, agar tidak menimbulkan keresahan,” ujarnya.

BPBD Pandeglang mengingatkan masyarakat untuk selalu mengutamakan keselamatan dan mengikuti arahan serta informasi resmi dari instansi berwenang.

Sementara itu,  Aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau pada Jumat (4/9/2026) sekitar pukul 22.30 WIB hingga menimbulkan suara dentuman keras membuat warga di sejumlah wilayah Kabupaten Pandeglang panik. Sebagian warga Labuan hingga wilayah selatan Pandeglang, seperti Cemara, Cigeulis, dan Cisiih, memilih mengungsi ke tempat yang dianggap lebih aman.

” Ada yang mengungsi ke rumah saudara dan ada juga yang mencari tempat lebih aman,” kata Ketua Balawista Nasional, Ade Ervin, kepada Banten72.com, Sabtu (5/9/2026).

Baca juga:  Fraksi Gerindra Sentil Kinerja Dindikpora Pandeglang dalam Agenda Paripurna DPRD

Menurut Ervin, dentuman dan getaran erupsi kali ini terasa cukup kuat. Bahkan, hingga Sabtu pagi, suara dentuman dan getaran masih terdengar, meski tidak sekuat malam sebelumnya.

Ervin meminta kesiapsiagaan di kawasan wisata pesisir Banten ditingkatkan, terutama destinasi pantai dan wisata bahari di sepanjang Selat Sunda.

“Keselamatan wisatawan harus menjadi prioritas utama. Jangan menunggu keadaan menjadi darurat untuk melakukan tindakan kesiapsiagaan,” ujarnya.

Kawasan wisata yang perlu meningkatkan kewaspadaan di antaranya Pantai Anyer, Carita, Labuan, Tanjung Lesung serta kawasan wisata bahari dan pulau-pulau di Selat Sunda.

Balawista mengingatkan potensi gangguan aktivitas wisata bahari, abu vulkanik apabila terbawa angin ke Banten, gangguan jarak pandang serta meningkatnya risiko keselamatan wisatawan dan operator wisata.

Baca juga:  Sebanyak 11  Pejabat Eselon II Dirombak,  Tiga Orang Masuk Staf Ahli Bupati

Pengelola destinasi diminta memastikan jalur evakuasi, titik kumpul, komunikasi darurat, peralatan pertolongan pertama dan prosedur penyelamatan siap digunakan.

Meski demikian, Balawista menegaskan belum menetapkan adanya dampak terhadap lingkungan masyarakat. Warga dan wisatawan diminta tetap tenang serta mengikuti informasi resmi Badan Geologi/PVMBG, BMKG, BNPB/BPBD dan instansi berwenang.

Anggota DPRD Pandeglang dari Fraksi PPP, E. Supriadi, membenarkan dentuman keras terdengar hingga wilayah Carita, Labuan dan sejumlah wilayah selatan Pandeglang.

“Iya, tadi pagi juga masih terdengar suara dentuman keras. Kami mengajak masyarakat waspada, namun jangan sampai panik berlebihan,” kata Supriadi alias Abah Jangkung.***

Komentar