Aktivis Fokus Pandeglang Gelar Madrasah Demokrasi Jilid Dua

BANTEN72- Sejumlah Aktivis demokrasi yang tergabung dalam Fokus Pandeglang sukses menggelar Madrasah Demokrasi Jilid 2 yang digelar di MI Miftahul Ulum Kecamatan Mekarjaya.

Dalam kegiatan tersebut menghadirkan sejumlah narasumber seperti pemerhati pemilu/pilkada Mashudi, Ahmadi Akademisi dan Agus Lani Wartawan Kabar Banten.

Syahrul, ketua panitia pelaksana Madrasah Demokrasi mengatakan kegiatan kali ini adalah kegiatan jilid 2 sebagai ajang dikusi dan juga pengkaderan calon anggota Fokus Pandeglang.

Baca juga:  KPU  Pandeglang Resmi Tetapkan 50 Kursi  Anggota Dewan

“Madrasah Demokrasi ini sesuai temanya sebagai sarana dan ajang untuk merawat peran serta _Civil Society_ atau masyarakat sipil dalam pembangunan daerah salah satunya di Kabupaten Pandeglang,” ungkapnya.

Narasumber dalam kegiatan kali ini yakni Pemerhati Pemilu /Pilkada Mashudi mengajak kepada masyarakat sipil untuk mewujudkan pembangunan daerah melalui peran dan fungsinya dalam proses pemilihan umum dan kepala daerah yang berkualitas dan berintegritas.

Baca juga:  Duet Rano-Irna Bisa Terjadi di Pilgub Banten

Salah satu peran dan fungsinya masyarakat sipil sebagai fungsi kontrol dan pemberdayaan pada pesta demokrasi harus bisa memerangi serta mencegah hal-hal yang seharusnya tidak terjadi pada Pilkada mendatang.

“Penyakit dalam Pemilu dan Pilkada salah satunya yaitu lemahnya fungsi pengawasan masyarakat dalam setiap penyelenggaraan pemilihan umum atau daerah. Pemuda harus bisa mengamputasi penyakit ini,” kata Mashudi.

Sementara itu narasumber lainnya  Agus Lani  wartawan Kabar  Banten  menyampaikan materi soal Tantangan Pers dan Demokrasi. Ia menyanpaikan, posisi pers dalam demokrasi seperti  sinar matahari yang memberikan penerangan dalam kehidupan.

Baca juga:  JELANG PILKADA PANDEGLANG 2024 , DUET AAP-QOMAR MENGUAT 

 “Ada  dua sinar dalam kehidupan yang pertama matahari dan yang kedua yaitu Pers dimana Pers itu sendiri memberikan fungsi dan perannnya, salah satunya adalah memberikan informasi yang keterbukaan, transparasni dan kabar faktual kepada masyarakat,” pungkasnya. (Agus Lani)***

Komentar