BANTEN72– Kreativitas dalam memanfaatkan aset umat kembali ditunjukkan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Pandeglang.
Lahan wakaf kosong di kawasan sekretariat Majasari kini disulap menjadi greenhouse budidaya melon sekaligus destinasi wisata petik buah berbasis edukasi.
Mengusung konsep agro edu wisata, lokasi ini menawarkan pengalaman unik bagi pengunjung untuk memetik langsung melon segar dari pohonnya.
Ketua PCNU Pandeglang, Enci Zarkasih, menjelaskan bahwa program ini tidak hanya berorientasi ekonomi, tetapi juga sebagai upaya mendorong kemandirian umat melalui pertanian modern.
“Pengunjung bisa memetik langsung melon, kemudian ditimbang dan dibayar dengan harga Rp30 ribu hingga Rp35 ribu per kilogram,” ujarnya, Rabu (29/4/2026).
Di atas lahan seluas 20 x 8 meter, sebanyak 525 tanaman melon dibudidayakan dalam greenhouse. Setiap 60 hari, lokasi ini mampu menghasilkan sekitar 450 buah melon, atau setara tiga kali panen dalam setahun.
Adapun varietas melon yang dikembangkan meliputi Kinanti, Alyssa, dan Kirani yang dikenal memiliki rasa manis dan kualitas unggul.
Program ini juga mendapat dukungan dari Kementerian Agama (Kemenag) Pandeglang melalui skema Inkubasi Wakaf Produktif. Dukungan tersebut tidak hanya berupa bantuan dana, tetapi juga pendampingan serta pelatihan manajemen bagi para pengelola.
Kasi Zakat dan Wakaf Kemenag Pandeglang, Mumuh Muhaemin, menyebut program ini menjadi contoh konkret pemanfaatan aset wakaf secara produktif dan berkelanjutan.
“Ini adalah program wirausaha berbasis aset umat yang diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi jangka panjang,” katanya.
Melalui inovasi ini, PCNU Pandeglang berharap lahan wakaf tidak lagi sekadar menjadi aset pasif, melainkan dapat berkembang menjadi sumber kesejahteraan sekaligus sarana edukasi bagi masyarakat. (Bt72)***





Komentar