Warga Dukung Pernyataan Ketua Organda Pandeglang Soal Penertiban Tronton di Jalan Sukarela

BANTEN72– Sejumlah warga  mendukung pernyataan Ketua DPC Organda Pandeglang M. Alan Jaelani SE soal aspirasi kepada pemerintah untuk menertibkan truk tronton atau truk jenis sumbu tiga yang parkir sembarangan di bahu jalan Sukarela , Kabupaten Pandeglang.

Pasalnya, warga juga merasa prihatin dengan keberadaan tronton yang parkir sembarangan karena menggangu arus lalu lintas.

Terlebih truk tronton yang melebihi kapasitas muatan material bisa berdampak pada kerusakan jalan.

“Kami sependapat dengan Organda Pandeglang agar truk tronton ditertibkan,” ujar  Asep warga Pandeglang.

Baca juga:  PKS Pandeglang  Siap Menangkan Anies Baswedan, Targetkan  Suara 75 Persen 

Seperti diberitakan, Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kabupaten Pandeglang,  M. Alan Jaelani SE meminta pemerintah daerah bersama aparat penegak peraturan daerah (Perda) untuk menertibkan truk tronton atau truk sumbu tiga yang kerap parkir sembarangan di jalur Sukarela, Pandeglang.

Menurut Alan, jalur tersebut bukan peruntukan bagi kendaraan berat untuk parkir, terlebih truk tronton yang membawa muatan pasir maupun kayu gelondongan. Keberadaan kendaraan-kendaraan tersebut dinilai mengganggu kelancaran arus lalu lintas dan membahayakan pengguna jalan lainnya.

Baca juga:  Pj Sekda Pandeglang  Akan Berakhir,  Siapa Sosok Sekda Definitif, Ini Penjelasannya

“Ruas jalan itu jelas bukan tempat parkir truk-truk tronton. Parkir sembarangan sangat menghambat arus lalu lintas dan berisiko menimbulkan kecelakaan,” kata  Alan, Sabtu  (31/1/2026).

Selain mengganggu lalu lintas, Alan juga menyoroti potensi kerusakan jalan akibat truk-truk dengan muatan berlebih. Ia menilai kondisi ruas jalan di wilayah Pandeglang tidak dirancang untuk menahan beban kendaraan berat yang over muatan.

Baca juga:  Makan Dengan Pecak Bandeng Turut Satukan Pj Gubernur Banten Al Muktabar Bersama Masyarakat

“Kondisi jalan di Pandeglang ini sepertinya tidak kuat menahan beban truk-truk besar yang bermuatan pasir atau kayu gelondongan. Kalau dibiarkan, jalan akan cepat rusak dan masyarakat yang dirugikan,” katanya.

Untuk itu, Alan meminta aparat penegak Perda dan instansi terkait agar bertindak tegas dengan melakukan penertiban secara rutin, sekaligus memberikan sanksi kepada pengemudi maupun perusahaan angkutan yang melanggar aturan. (Bt72)***

Komentar