Kasat Reskrim Polres Pandeglan AKP Shilton membenarkan adanya penemuan mayat perempuan tersebut. Berdasarkan pemeriksaan sementara bahwa ES adalah korban pembunuhan.
Dikatakan Shilton, setelah pihaknya menerima laporan, petugas langsung bergerak melakukan penyelieikan di tempat kejadian perkara atau TKP.
“Tadi itu, pas menerima laporan saya posisinya lagi di perjalanan. Baru sampai di Mengger, terus langsung menuju Stadion Badak,”kata Shilton kepada Kabar Banten, Kamis (9/2/2023).
Setibanya di TKP, pihaknya langsung melakukan olah TKP dan menggali keterangan dari sejumlah saksi. Kemudian didapatkan informasi ciri-ciri terduga kasus pembunuhan.
“Menurut informasi dari para saksi awalnya terdengar ada keributan dan suara minta tolong dan saksi yang mendengar suara itu langsung memberitahu temannya dan mendatangi TKP. Setibanya di TKP, saksi melihat pelaku kabur menggunakan sepeda motor jenis NMX warna biru. Setelah mengetahui kejadian tersebut para saksi kemudian melaporkan kejadian itu ke Polsek Pandeglang,”ujarnya.
Berbekal keterangan dari para saksi, kurang dari satu jam petugas langsung melakukan penangkapan terhadap terduga pelaku yang berinisial RA (20). Untuk menghindari amukan massa, terduga kasus pembunuhan itu langsung diamankan ke Mapolres Pandeglang untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Ia menjelaskan, awal kejadiannya tersangka sempat berpapasan dengan korban yang sedang mengendarai sepeda motor beat warna hitam bernomor polisi A 5826 JZ. Kemudian, malam itu tersangka mengajak korban untuk mengobrol di sekitar lokasi kejadian. Namun saatbl itu terjadi cekcok mulut, karena korban mengaku sudah memiliki pacar.
“Tersangka yang sudah naik pitam langsung memiting (mengapit) leher dan membekap mulut korban hingga korban sulit bernafas dan lemas. Saat lemas itulah korban diseret ke dalam semak-semak, pas di semak-semak itulah korban menemukan kloset pecah kemudian dipukulkan sebanyak dua kali, hingga membuat korban tewas di TKP,”ujarnya.
Sementara itu, Anggota Tim Inafis Polres Pandeglang, Brigadir Polisi Kepala Bayu Kurniawan mengatakan, saat tiba di TKP, korban ditemukan di semak-semak.
“Awalnya posisi korban tidak kelihatan wajahnya, karena memang tertutupi oleh pakaian yang dikenakan. Saat kain yang menutupi kepala dibuka, terlihat luka menganga pada bagian leher. Lukanya dengan panjang sekira 15 centimeter dan lebar 5 centimeter,”kata Bayu.
Bayu menduga, luka tersebut akibat di pukulan menggunakan kloset WC bekas yang sudah belah. Sebab ukuran atau lukanya bergerigi sesuai dengan pecahan kloset.
Luka tersebut terjadi, karena memang pelaku menggunakan kloset berbahan keramik yang sudah pecah.
“Jadi lukanya tajam hingga membuat luka mengangga . Untuk luka lain di bagian tubuhnya nanti menunggu hasil autopsi. Kalau tadi itu yang terlihat secara kasat mata selain leher, pada bagian lengan korban kayak mengalami patah tulang,” katanya.





Komentar