Puncak Maulid Nabi Muhammad SAW, Masjid Al Al Ma’aarij TBL Gelar Panjang Mulud

BANTEN72 – Tradisi Panjang Mulud di Banten terutama di daerah Serang, Pandeglang, Lebak, dan Cilegon adalah perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW yang khas dengan prosesi arak-arakan yang bernama “panjang” yang berisi makanan pokok dan perlengkapan rumah tangga dan lainnya. Kata “panjang” berarti hiasan atau pajangan, dan “mulud” berarti hari kelahiran Nabi Muhammad. Tradisi panjang mulud melibatkan masyarakat secara luas, mulai dari proses membuat panjang, mengaraknya ke masjid, hingga pembagian isi panjang tersebut sebagai bentuk sedekah dan berbagi berkah.

Tradisi panjang mulud sudah ada sejak masa kejayaan Kesultanan Banten di bawah Sultan Ageng Tirtayasa dan terus dilestarikan sebagai bentuk penghormatan kepada Nabi Muhammad SAW hingga saat ini, bahkan ditingkat kota dan kabupaten hingga provinsi biasanya juga diadakan.

Baca juga:  DLH Kabupaten Lebak Lakukan Perawatan Taman Kota

Panjang Mulud merupakan perpaduan antara ajaran Islam dengan kebudayaan lokal Banten, yang terlihat dari nilai gotong royong, partisipasi masyarakat, dan peran tokoh agama.

Isi dari panjang mulud tersebut nantinya akan dibagikan kepada seluruh warga, sehingga kegiatan ini mengandung nilai berbagi dan kebaikan.

Masyarakat dan kelompok warga akan membuat “panjang” atau hiasan panjang yang berisi berbagai kebutuhan pokok, makanan berkat, peralatan rumah tangga, hingga uang.

Pada hari perayaan yang sudah ditentukan, panjang mulud tersebut diarak dari rumah-rumah warga menuju masjid. Acara diawali dengan pembacaan doa dan zikir, yang berisi lantunan syair pujian kepada Allah SWT dan Nabi Muhammad.

Baca juga:  Berbagi Berkah Panjang Mulud di Masjid Al Ma’aarij Taman Banten Lestari

Setelah panjang terkumpul, dilakukan kegiatan “ngeropok” yaitu menginventarisasi dan membagikan isi dari panjang secara adil dan merata kepada seluruh warga.

Pada tahun ini seperti tahun tahun sebelumnya, Masjid Al Al Ma’aarij Taman Banten Lestari (TBL) tidak ketinggalan juga merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW dengan menyelenggarakan panjang mulud. Ustads Taufik selaku Ketua DKM Masjid Al Al Ma’aarij mengatakan, panjang mulud ini diikuti oleh semua RT yang berada di Wilayah RW 22 Taman Banten Lestari. Kegiatan panjang maulid ini selain untuk berbagi dengan warga lain juga rasa gembira atas kelahiran Nabi Muhammad SAW.

“Panjang mulud ini melibatkan warga sekitar Masjid Al Al Ma’aarij dan pengurus DKM. Kegiatan ini juga bentuk gotong royong warga sekitar masjid untuk meramaikan maulid Nabi Muhammad SAW,” ujar Ustads Taufik di Masjid Al Al Ma’aarij.

Baca juga:  Anggota DPRD Pandeglang H. Mulyadi Dukung Penuh Pelatihan Peningkatan Kapasitas Petani di Desa Mogana

Sebelumnya, Masjid Al Al Ma’aarij juga menggelar pengajian besar sebagai rangakian hari besar maulid Nabi Muhammad SAW. Sebagai penceramah pengajian, Ustads Dodo Murtadho menyampaikan, bahwa kita sebaiknya bisa meneladani Nabi Muhammad SAW sebagai junjungan umat Islam. Ustad Dodo menyampiakan Empat sifat wajib Nabi dan Rasul yaitu Shiddiq (jujur/benar), Amanah (dapat dipercaya), Tabligh (menyampaikan wahyu), dan Fathonah (cerdas/bijaksana). Sifat-sifat ini merupakan karakteristik mendasar yang pasti dimiliki oleh setiap nabi dan rasul, yang menjadi teladan dan pedoman hidup bagi umat Islam.*

Komentar

Berita Lainnya