Presiden Prabowo Jadi Tamu Kehormatan EEF 2026

BANTEN72 — Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan menghadiri Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 di Vladivostok, Rusia.

Kehadiran Presiden dalam forum ekonomi tahunan itu menjadi momentum untuk memperkuat hubungan ekonomi sekaligus membuka peluang perluasan investasi Rusia di Indonesia.

Penasihat Kebijakan Luar Negeri, Kremlin Yury Ushakov, menyampaikan Prabowo akan hadir bersama sejumlah pemimpin dan pejabat negara dalam sesi pleno EEF.

Di antaranya Perdana Menteri Mongolia Nyam-Osoryn Uchral, Wakil Presiden Myanmar Nyo Saw, serta Wakil Perdana Menteri Tiongkok Ding Xuexiang.

“Presiden Indonesia, Perdana Menteri Mongolia Nyam-Osoryn Uchral, Wakil Presiden Myanmar Nyo Saw, dan Wakil Perdana Menteri Tiongkok Ding Xuexiang akan menghadiri sesi pleno EEF,” kata Ushakov.

Baca juga:  Pemerintah Perluas Penempatan PMI ke Jepang

Ushakov juga menegaskan posisi khusus Prabowo dalam penyelenggaraan EEF tahun ini. Presiden Indonesia diundang langsung oleh Presiden Rusia Vladimir Putin sebagai tamu kehormatan utama.

“Pada kesempatan kali ini, Presiden Indonesia Bapak Subianto akan menjadi tamu utama dalam Eastern Economic Forum ke-11,” ujar Ushakov.

Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, mengatakan undangan Putin mencerminkan eratnya hubungan Indonesia dan Rusia yang terus diperkuat melalui diplomasi langsung kedua pemimpin.

Menurutnya, kehadiran Prabowo juga menunjukkan semakin strategisnya posisi Indonesia di kawasan Asia-Pasifik dan dunia.

Baca juga:  Kiprah Diplomasi Luar Negeri Warnai Tahun Pertama Pemerintahan Prabowo - Gibran

“Ini kali kedua Presiden Prabowo dipercaya menjadi tamu kehormatan dalam forum ekonomi internasional yang diselenggarakan oleh Rusia, setelah sebelumnya pada tahun lalu hadir dalam St. Petersburg International Economic Forum (SPIEF),” kata Teddy.

Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Sergei Tolchenov, mengatakan Prabowo juga berpeluang melakukan pertemuan bilateral dengan Putin pada 3 September. Pertemuan itu diharapkan dapat membahas implementasi berbagai kesepakatan kerja sama agar menghasilkan manfaat nyata bagi kedua negara.

“Pak Prabowo akan menjadi tamu utama, jadi tentu saja kami berharap akan ada pembicaraan bilateral. Pertemuan antara para pemimpin kita juga sudah menjadi agenda rutin, jika saya tidak keliru ini akan menjadi pertemuan kelima dalam kurun waktu dua tahun,” ujar Tolchenov.

Baca juga:  Semangat Persatuan dan Cita-Cita Prabowo Membangun Indonesia

Tolchenov turut berharap keterlibatan dunia usaha Indonesia dalam EEF dapat memperluas peluang kerja sama bisnis. Kadin Indonesia disebut akan mengirimkan delegasi besar untuk mengikuti pertemuan dan diskusi business-to-business.

Presiden Putin sebelumnya menyampaikan harapan agar EEF menghasilkan solusi efektif yang mampu menciptakan peluang baru bagi dunia usaha dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.*

Komentar