Pemerintah Fokus Jadikan MBG Investasi Gizi Masa Depan Anak Bangsa

BANTEN72 – Pemerintah terus mengintensifkan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai langkah penting dalam meningkatkan kualitas gizi anak-anak Indonesia sekaligus mempersiapkan generasi masa depan yang sehat dan berdaya saing. Program tersebut dipandang tidak hanya sebagai bantuan pangan, tetapi juga sebagai investasi jangka panjang dalam pembangunan sumber daya manusia.

Kepala Biro Hukum dan Humas Badan Gizi Nasional (BGN), Khairul Hidayati, menegaskan keberhasilan program MBG sangat dipengaruhi oleh tingkat kepercayaan masyarakat. Oleh sebab itu, pemerintah terus memperkuat strategi komunikasi publik agar masyarakat memahami tujuan, manfaat, serta tata pelaksanaan program secara menyeluruh.

“Pemerintah perlu memastikan masyarakat memahami secara jelas sasaran, manfaat, dan mekanisme pelaksanaan program ini,” ujar Khairul Hidayati.

Baca juga:  Pemerintah Upayakan Perbaikan Ekonomi dan  Dorong Pertumbuhan Dunia Usaha

Ia menjelaskan, BGN menggunakan dua pendekatan komunikasi utama, yakni sosialisasi langsung melalui tokoh masyarakat, tenaga kesehatan, guru, dan kader di daerah, serta komunikasi digital lewat media sosial seperti Instagram, TikTok, dan YouTube. Menurutnya, pola penyebaran informasi harus menyesuaikan perkembangan kebiasaan masyarakat dalam mengakses informasi.

“Pendekatan melalui media digital menjadi penting karena masyarakat kini lebih banyak memperoleh informasi dari ruang digital. Pemerintah harus hadir untuk memastikan informasi yang diterima publik tetap benar dan dapat dipercaya,” katanya.

Selama triwulan pertama 2026, BGN aktif melakukan penyebaran informasi melalui artikel, siaran pers, lokakarya, hingga kolaborasi dengan media massa. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga keterbukaan informasi sekaligus memperkuat akuntabilitas pelaksanaan program MBG di tengah perhatian publik yang tinggi.

Baca juga:  Keracunan Ditangani dengan Cepat, MBG Diperbaiki dan Diawasi Lebih Ketat

Khairul menambahkan, pemerintah berharap masyarakat dapat melihat MBG sebagai gerakan bersama untuk membangun generasi Indonesia yang sehat dan berkualitas.

“Melalui komunikasi publik yang baik, pemerintah ingin masyarakat memahami bahwa Program MBG bukan sekadar bantuan sosial, melainkan bagian dari upaya bersama menciptakan generasi sehat Indonesia,” tegasnya.

Dukungan terhadap program tersebut juga datang dari Guru Besar Ilmu Politik dan Pengamat Kebijakan Publik Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Prof. Dr. Cecep Darmawan. Ia menilai MBG memiliki potensi besar dalam mencetak generasi unggul apabila dijalankan dengan tata kelola yang baik dan tepat sasaran.

Baca juga:  Pemerintah Percepat Pembentukan Koperasi Desa Merah Putih

“Jika kebutuhan gizi anak terpenuhi dengan baik dan dibarengi pendidikan serta literasi yang memadai, maka dalam 10 hingga 20 tahun mendatang Indonesia berpeluang memiliki generasi yang sehat, cerdas, dan kompetitif,” ujar Cecep.

Sementara itu, Anggota Komisi IX DPR RI, Rahmawati Herdian, mengatakan program MBG merupakan langkah strategis pemerintah dalam menekan angka stunting sekaligus meningkatkan kualitas tumbuh kembang anak.

“Program MBG diharapkan menjadi investasi jangka panjang untuk melahirkan generasi yang sehat dan berkualitas, sehingga pelaksanaannya harus terus dikawal bersama,” kata Rahmawati.*

Komentar