BANTEN72-Kampung Wisata 165 yang terletak Desa Kadu Beureum Kecamatan Padarincang Kabupaten Serang Provinsi Banten yang menyuguhkan keindahan alam menakjubkan.
Mungkin banyak orang yang penasaran kenapa kenapa tempat wisata ini dinamakan wisata kampung 165?
Menurut KH. Embay Mulya Syarief tokoh Banten sekaligus pemilik tempat wisata ini penamaan kampung wisata 165 sebab kalau di Jakarta ada yang namanya menara 165 itu tujuannya untuk melangit maka kita beri nama tempat ini kampung wisata 165 tujuannya untuk membumi, kita membumi dulu kita belajar merawat bumi karena menjaga alam juga bagian dari ibadah ada istilah jasadihi fil’ardi waruhu fil’arsy (jasadnya berada di bumi ruh ada di aras).
Menurut KH. Embay Mulya Syarief pada hakikatnya kita ini bukan penduduk bumi melainkan penduduk langit, maka kita harus tahu kita ini siapa… dari mana…ada dimana…mau kemana … jadi kita jangan lupa pulang ke alam asal, untuk itu jangan lupa ibadah karena tidak semata-mata Allah menciptakan jin dan manusia melainkan untuk beribadah kepadanya, jadi jangan lupa ibadah dan ada ibadah paling enak dan paling dibenci setan yaitu menikah, maka bagi yang masih jomlo belum menikah segeralah menikah dan nikah itu adalah ibadah paling lama yaitu ibadah seumur hidup, ungkap KH. Embay Mulya Syarief.
Mungkin bagi anda yang sudah mengamalkan dzikir torekat Qodiriah Wanaknaksabandiyah angka 165 bukan hal yang asing lagi karena angka 165 merupakan jumlah minimal hitungan dzikir La’ilaha ilallah sebagai kunci pembuka ruhani kita agar bisa tersambung dengan unsur-unsur alam dan ruhullah
Adapun bagi anda yang belum tahu lokasi kampung wisata 165 ada untuk yang dari arah Kota Serang anda bisa menuju arah Pandeglang belok kanan di perempatan lampu merah palima dari jalan palka terus lurus menuju arah Ciomas dari pasar Ciomas belok kanan menuju Pasar Padarincang setelah sampai di Pasar Padarincang belok kiri dan tidak lama lagi akan sampai di tempat parkir wisata kampung 165.
Sesampainya di parkiran anda bisa berjalan kaki ataupun naik ojeg untuk bisa sampai di tempat wisata tersebut.
Menurut Nani salah seorang pengunjung yang sengaja ingin berwisata sekaligus olahraga dia berjalan kaki dari parkiran dan sambil bersenda gurau dia menghitung langkah kakinya ternyata sampai lokasi itu hanya dua ribu lima ratus langkah.
Namun yang malas berjalan kaki anda bisa naik ojeg dengan tarip Rp.15.000 (lima belas ribu rupiah).
Dalam perjalanan menuju tempat wisata kampung wisata 165 saya pun berbincang dengan tukang ojek yang biasa mengantarkan sampai ke lokasi, menurut tukang ojek tempat wisata ini selalu ramai pengujung di hari libur terutama sabtu dan minggu bahkan banyak yang nginap atau menyewa tenda, memang namanya unik wisata kampung 165 itu pahaji sendiri yang memberi nama katanya sih filosofisnya 165 itu artinya 1 melambangkan Ihsan 6 itu melambangkan rukun Iman, 5 itu artinya melambangkan rukun Islam ” ungkap salah seorang tukang ojek yang mengantar saya hingga lokasi objek wisata.
Adapun pasilitas di kampung wisata 165 ada warung toilet saung-saung di pinggir sungai dan bagi anda yang ingin menikmati segarnya mandi di air yang sejuk nan jernih bisa langsung nyebur.
Selain itu disediakan pula ban, pelampung bagi anda yang main river tubing atau istilah orang setempat papalidan.
Itulah filosofi terkait nama unik kampung wisata 165 sebagai simbol Ihsan, Iman dan Islam senada dengan yang dikatakan KH. Embay Mulya Syarief tokoh Banten sekaligus pemilik tempat tersebut tujuan didirikan tempat wisata kampung 165 ini tidak melulu bertujuan bisnis tapi dengan niat ibadah, merawat alam menjaga kelestarian dengan menanam pohon,
Alhamdulillah di lahan seluas 30 hektar ini sudah saya tanami ribuan pohon karena kalau alam tidak kita jaga siap-siaplah bencana, seperti longsor, banjir dan sebagainya, pungkas KH. Embay Mulya Syarief.*








Komentar