Mahasiswa KKM Tematik 83 Untirta Sosialisasi Stunting dan Cara Pengolahan Makanan di Desa Cisereh Pandeglang

BANTEN72-Mahasiswa Untirta yang tergabung dalam Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 83 Universitas Sultan Ageng Tirtayasa menggelar sosialisasi stunting dan cara pengolahan makanan di Desa Cisereh, Kecamatan Cisata, Kabupaten Pandeglang, Selasa 14 Januari 2025.

Kegiatan dihelat mulai pukul 08.30 hingga pukul 11.30 WIB bertempat di posyandu. Kegiatan ini untuk memberikan pelayanan kesehatan anak dan ibu hamil, imunisasi, dan penyuluhan tentang kesehatan.

Sosialisasi ini di hadiri oleh 5 kader posyandu, bidan desa, dan 7 ibu hamil dan 14 balita. Kegiatan terlaksana atas kerja sama KKM 83 dengan Puskesmas Cisata, bidan Desa Cisereh, serta kader posyandu.

Stunting merupakan kondisi di mana seorang anak mengalami hambatan pertumbuhan, yang disebabkan karena adanya faktor pencetus yaitu karena tidak tercukupinya asupan nutrisi yang didapatkan oleh anak.

Baca juga:  Puluhan Anggota Linmas Pandeglang Ikuti Pelatihan Mitigasi Bencana

Asupan nutrisi yang dimaksud yaitu bukan hanya ketika anak telah mengalami pertumbuhan atau perkembangan, melainkan sejak anak masih di dalam kandungan ibunya. Seseorang yang mengalami permasalahan stunting juga menunjukkan bahwa mereka memiliki status gizi yang kurang (malnutrisi) dalam jangka waktu yang lama (kronis).

Stunting didiagnosis dengan membandingkan nilai z-score tinggi badan per umur yang diperoleh dari grafik pertumbuhan yang sering digunakan secara global

Kegiatan ini rutin di lakukan setiap sebulan sekali, adapun kegiatan dalam posyandu meliputi pemeriksaan balita dan ibu hamil, yaitu penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan, imunisasi balita, pemeriksaan ibu hamil, dan penyuluhan tentang kesehatan agar dapat terhindar dari beberapa penyakit.

Baca juga:  Bawaslu: Pandeglang Urutan Empat Masuk Kabupaten Rawan Politisasi SARA

Dalam kegiatan ini mahasiswa KKM juga memberikan sosialisasi mengenai cara pencegahan stunting melalui makanan kaya protein hewani dan cara pengolahannya. Masyarakat terlihat antusias mendengarkan penyampaian sosialisasi dari anggota kelompok KKM 83.

“Anak saya badannya kecil aja (pendek), tapi aktif, apakah itu termasuk dalam stunting?” ucap salah satu ibu hamil yang memiliki balita dalam sesi tanya jawab.

Seperti yang diketahui bahwa pendek dan stunting itu berbeda, setelah dianalisis berdasarkan pertanyaan dan keadaan anak ternyata balita tersebut termasuk dalam kategori pendek bukan stunting.

Baca juga:  Ketua DPRD Pandeglang Terkejut Sekwan Digeser Jadi Staf Ahli Bupati, Udi: Tak Ada Info Sebelumnya

Setelah kegiatan selesai, ibu hamil dan balita yang hadir mendapatkan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berupa biskuit yang sudah disiapkan.

Diharapkan dengan kegiatan Posyandu dan sosialisasi stunting ini, warga lebih menyadari pentingnya kesehatan anak dan mengambil tindakan pencegahan stunting. Dengan dukungan penuh dari seluruh warga desa, posyandu akan tetap menjadi pilar utama dalam menjaga kesehatan masyarakat. Kesehatan anak sangat penting untuk masa depan desa. Jika anak-anak di Desa Cisereh tumbuh sehat dan cerdas, maka desa dapat menaruh harapan pada generasi berikutnya yang lebih baik begitupun mampu menghadapi tantangan di masa depan. ***

 

 

 

Komentar