“Ada tandatangan kerjasama dengan Kota Cilegon, pada intinya adalah kita bisa membangun energi berbasis kemasyarakatan, ada tenaga kerja, nilai terhadap lingkungan (pengelolaan sampah) dan ada meningkatkan ketahanan energi,” kata Wiluyo Kusdiwiharto.
Selama ini, papar Wiluyo, projek berjalan dengan baik, kerjasama bisa diselesaikan dan masalah ekonomi cukup bagus dan bagaimana lingkungan persampahan di Kota Cilegon bisa diselesaikan.
“Walikota Trengginas sampai langsung turun ke lapangan. Ini tentu untuk memastikan kerjasama berjalan baik. Ini projek percontohan dan ini akan jadi seantero nusantara dan memerangi kemiskinan dan paling penting adalah lingkungan lebih bersih,” ujar Wiluyo.
Sementara itu, Dirjen EBTK Kemen ESDM Dadan Kusdiana mengungkapkan, ini pertama kali di Kota Cilegon dimana persiapannya agak panjang. Sebenarnya sampah itu bisa jadi listrik namun butuh adanya pembangkit dan lainnya, sehingga pada akhirnya ada cara lain yang dipakai dengan confiring batubara.





Komentar