Kabupaten Pandeglang Butuh Support Bankeu Provinsi, Ida: Semoga Menjadi Prioritas

BANTEN72–  Wilayah Kabupaten Pandeglang yang berada di bumi Selatan Banten masih membutuhkan support atau dukungan bantuan keuangan atau bankeu dari Provinsi Banten.

Oleh karena itu, Pandeglang harus menjadi skala prioritas untuk mendapatkan bankeu lebih besar sesusi kebutuhan pembangunan.

” Kita tahu bahwa delapan kabupaten/kota di Banten , dua kabupaten diantaranya Pandeglang dan Lebak harus menjadi prioritas pembangunan oleh provinsi. Mudah-mudahan tahun 2024 nanti anggaran bankeu untuk Pandeglang bisa lebih besar dibanding wilayah tengah dan utara Banten,” kata anggota Fraksi PPP DPRD Banten Ida Hamidah kepada Banten72.com, Sabtu (18/11/2023).

Baca juga:  Sekda Kota Serang Monitoring para Pendatang di Kota Serang

Meski demikian Ida percaya bahwa Pj Gubernur Banten Al Muktabar akan memprioritaskan sentuhan pembangunan di Pandeglang. Sebab Pandeglang memiliki banyak potensi alam, bahari, wisata dan bahkan sebagai daerah lumbung padi sangat membutuhkan dukungan dari Pemprov Banten.

Selain itu Pandeglang juga butuh sentuhan program untuk pengembangan objek pariwisata. Oleh karena  bantuan keungan provinsi tentu sangat bermanfaat bagi masyarakat Pandeglang.

Baca juga:  Hj. Euis Yuningsih, Meniti Karier dari Bawah Hingga Mengemban Jabatan Dirut Perumdam Tirta Berkah

“Kalau kita lihat bahwa Pandeglang memiliki banyak potensi wisata baik itu wisata alam, pegunungan dan wisata pantai. Jika potensi ini terus dikelola akan menjadi ikon pembangunan Pandeglang khususnya dan Banten pada umumnya.

Selain itu saat ini Pandeglang sedang fokus menuntaskan pembangunan infrastruktur kelas kabupaten. Dimana progres pembagunan jalan beton di Pandeglang sudah terealisasi bahkan sekarang jalan beton di Pandeglang masuk perkampungan, perdesaan bahkan masuk ke wilayah pegunungan.

Baca juga:  KPU Pandeglang : Warga Antusias Gunakan  Hak Pilih PSU di TPS 13

“Mudah-mudahan tahun depan Pandeglang mendapatkan porsi anggaran bankeu lebih besar,” ujar Ida.

Komentar