BANTEN72– Hasil tangkapan ikan nelayan di sejumlah tempat pelelangan ikan (TPI) di Kabupaten Pandeglang tetap stabil pascaerupsi Gunung Anak Krakatau (GAK). Bahkan, hasil tangkapan di sejumlah wilayah menunjukkan adanya peningkatan.
Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Pandeglang H. Uun Junandar mengatakan, erupsi GAK sejauh ini tidak memberikan dampak signifikan terhadap aktivitas dan hasil tangkapan nelayan di perairan Pandeglang.
“Untuk saat ini tidak ada dampak terhadap hasil tangkapan ikan. Kondisinya masih stabil, bahkan ada peningkatan,” kata Uun.
Menurut dia, kondisi tersebut juga tercermin dari realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Dinas Perikanan Kabupaten Pandeglang. Hingga akhir September 2026, realisasi PAD telah mencapai sekitar 70 persen dari target sebesar Rp549 juta.
“Kami optimistis target PAD tahun 2026 sebesar Rp549 juta dapat tercapai 100 persen, karena saat ini sudah mencapai sekitar 70 persen,” ujarnya.
Uun menambahkan, aktivitas nelayan di perairan Pandeglang masih berjalan normal meski saat ini mulai memasuki musim penghujan.
“Para nelayan masih tetap melaut. Untuk saat ini tidak ada hambatan dari sisi hasil tangkapan. Mudah-mudahan kondisi ini terus membaik,” katanya.
Ia juga menyebutkan, para nelayan di wilayah Panimbang dan Sidamukti baru saja melaksanakan tasyakuran laut. Kegiatan tersebut diharapkan menjadi momentum untuk memanjatkan doa agar aktivitas nelayan senantiasa diberikan keselamatan dan hasil tangkapan yang melimpah.
“Mudah-mudahan lebih berkah dan ikan semakin melimpah di perairan Pandeglang,” ucapnya.
Meski kondisi tangkapan relatif stabil, Uun mengatakan masih terdapat sejumlah kendala yang perlu mendapat perhatian, salah satunya fasilitas sandaran kapal nelayan di TPI Sidamukti dan Labuan yang membutuhkan renovasi.
Menurut dia, fasilitas tersebut merupakan aset Pemerintah Provinsi Banten. Karena itu, Dinas Perikanan Pandeglang telah mengajukan permohonan kepada Pemprov Banten untuk membantu melakukan renovasi.
“Kami sudah memohon kepada Pemprov Banten agar fasilitas sandaran kapal nelayan tersebut dapat dibantu untuk direnovasi,” ujarnya.***








Komentar