H. Mulyadhi, Anggota DPRD Pandeglang Dukung Penuh Program Ketahanan Pangan Nasional

BANTEN72 – Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Pandeglang, H. Mulyadhi, menyatakan dukungan penuh terhadap program ketahanan pangan nasional yang dicanangkan oleh pemerintah pusat. Menurutnya, program ini menjadi salah satu strategi penting dalam menjaga kedaulatan pangan dan memperkuat sektor pertanian di daerah.

Mulyadhi menilai bahwa kebijakan ini memberikan dampak positif bagi daerah, termasuk Provinsi Banten dan Kabupaten Pandeglang, dalam mengoptimalkan potensi pertanian lokal seperti jagung, padi, dan komoditas pangan lainnya.

Baca juga:  Peringati Hari Santri Nasional ke-9, Ribuan Warga Pandeglang Istighosah Bersama Ulama

“Melalui program ketahanan pangan nasional, kita punya peluang besar untuk memanfaatkan potensi lokal dan mendorong Indonesia kembali menjadi negara swasembada pangan yang disegani di dunia internasional,” ujar Mulyadhi kepada Banten72.com,Jumat (27/7/2025).

Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam pelaksanaan program ini, termasuk dalam hal penyediaan infrastruktur pertanian, pendampingan petani, serta distribusi hasil produksi yang efisien.

Baca juga:  Presiden Direktur BWJ Purnomo Siswoprastijo Sambut Baik Rencana Pembangunan RSUD Cibaliung: Dorong Akses Layanan Kesehatan untuk Masyarakat dan Wisatawan

“Pemerintah daerah harus turut aktif dalam mendukung, baik dari segi kebijakan, anggaran, maupun program pembinaan kepada petani. Ini bukan hanya soal produksi, tapi juga soal distribusi dan keberlanjutan,” tambahnya.

Mulyadhi berharap, melalui program ini, ketahanan pangan tidak hanya menjadi slogan, tetapi dapat benar-benar terwujud di lapangan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya petani lokal.

Baca juga:  Gelar Seminar Nasional, IAI Banten Ajak Peserta Memahami Pelaporan Keuangan

“Jika dikelola dengan serius dan konsisten, saya yakin Pandeglang bisa menjadi salah satu daerah lumbung pangan di Provinsi Banten,” pungkasnya. (Bt72)***

 

Komentar