BANTEN72- Memasuki hari kesembilan bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, umat Muslim di berbagai penjuru dunia terus berlomba-lomba dalam kebaikan dengan memperbanyak amal saleh dan memperkuat ketakwaan kepada Allah SWT. Momentum Ramadan menjadi waktu yang penuh kemuliaan, di mana setiap amal kebaikan dilipatgandakan pahalanya.
Akademisi Sekolah Tinggi Babunnajah Pandeglang, Ade Sofyan, menyampaikan bahwa Ramadan merupakan bulan yang istimewa karena di dalamnya Allah SWT membuka pintu-pintu rahmat, ampunan (magfirah), dan keberkahan seluas-luasnya bagi hamba-Nya yang beriman.
“Alhamdulillah, kita masih diberikan nikmat sehat, nikmat iman, dan nikmat Islam, sehingga hingga hari ini kita tetap berada dalam lindungan Allah SWT dan diberikan kekuatan untuk menjalankan ibadah puasa Ramadan,” ujar Ade Sofyan, Jumat (27/2/2026).
Menurutnya, rasa syukur menjadi kunci utama dalam menjalani ibadah puasa. Setiap aktivitas yang dilakukan dengan niat ibadah, sekecil apa pun, akan bernilai pahala di sisi Allah SWT. Ramadan juga menjadi sarana untuk membersihkan diri, memperbaiki akhlak, serta meningkatkan kepedulian sosial terhadap sesama.
Ia menambahkan, bulan Ramadan bukan hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menahan hawa nafsu, memperbanyak istighfar, membaca Al-Qur’an, serta mempererat tali silaturahmi. Dengan demikian, umat Muslim diharapkan mampu keluar dari Ramadan sebagai pribadi yang lebih baik dan lebih bertakwa.
“Semoga puasa yang kita jalani mendapatkan pahala yang berlipat ganda, serta kita semua memperoleh rahmat dan ampunan dari Allah SWT,” tutupnya.
Ramadan menjadi momentum refleksi spiritual sekaligus penguatan nilai-nilai kebersamaan. Di tengah berbagai tantangan kehidupan, bulan suci ini diharapkan dapat menghadirkan kedamaian, keberkahan, dan semangat baru dalam menjalani kehidupan sehari-hari. (Bt72)***








Komentar