Ade Yuliasih Sosialisasikan Empat Pilar MPR RI kepada Santri Pesantren Al Badar Tangerang

BANTEN 72 – Ade Yuliasih, Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Perwakilan Banten, menggelar sosialisasi Empat Pilar MPR RI kepada para santri dan santriwati Tahfiz Qur’an Pesantren Al Badar, Jayanti, Kabupaten Tangerang, pada Kamis, 11 Desember 2025.

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Ketua Yayasan Pesantren Al Badar, KH. Wuaesqurni, serta sejumlah wali kelas dan pengajar pesantren. Para peserta mengikuti sosialisasi dengan antusias dan aktif berdialog mengenai nilai-nilai kebangsaan.

Baca juga:  Kemudahan Perizinan Berusaha Diimbangi dengan Pengawasan

Dalam pemaparannya, Ade Yuliasih menjelaskan bahwa Empat Pilar MPR RI meliputi Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, NKRI sebagai bentuk negara, dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan negara. Menurutnya, pemahaman terhadap empat pilar tersebut sangat penting untuk memperkuat karakter generasi muda.

Ia juga mencontohkan bentuk pengamalan Empat Pilar dalam kehidupan sehari-hari, seperti sikap saling menghormati, menghargai hak sesama warga negara, menjaga kerukunan, serta menerapkan budaya gotong royong.

Baca juga:  Disnakertrans Banten Ungkap Tiga Faktor Global yang Akan Geser Lanskap Dunia Kerja, Ini yang Perlu Disiapkan Calon Tenaga Kerja

“Dalam kehidupan bernegara kita mengenal keragaman budaya, gotong royong, dan saling tolong-menolong. Semua itu merupakan bagian dari pengamalan Empat Pilar MPR RI,” jelasnya.

Ade menegaskan bahwa penerapan nilai-nilai pilar kebangsaan tersebut akan menjadikan Indonesia lebih tentram, damai, dan kokoh dalam persatuan.

Ia berharap para santri Pesantren Al Badar dapat mengamalkan Empat Pilar MPR RI sebagai dasar bertindak dalam kehidupan bermasyarakat serta menjadi generasi yang bijak dalam menyikapi berbagai informasi.

Baca juga:  Dinas Pariwisata Banten Gandeng Media dan Lembaga Stategis

“Dengan memahami Empat Pilar, kita dapat menjaga kehidupan bermasyarakat dan bernegara dengan baik, serta tidak mudah terprovokasi oleh hal-hal negatif,” tuturnya.*

Komentar