BANTEN 72 – Ade Yuliasih, Anggota DPD RI Perwakilan Provinsi Banten, sosialisasikan Empat Pilar MPR RI kepada Jamiah Perempuan Pengasuh Pesantren dan Mubaliqoh (JP3M) di Kecamatan Carenang, Kabupaten Serang, Sabtu 12 September 2026.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat pemahaman masyarakat mengenai nilai-nilai kebangsaan sekaligus mendorong peran perempuan, khususnya para pengasuh pesantren dan mubaliqoh, dalam menjaga persatuan serta membangun kehidupan sosial yang harmonis.
Dalam sosialisasi tersebut, Ade Yuliasih menyampaikan bahwa Empat Pilar MPR RI yang meliputi Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika merupakan landasan penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Menurutnya, nilai-nilai tersebut perlu terus disampaikan kepada masyarakat, terutama generasi muda, agar tidak hanya dipahami secara teori tetapi juga diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Empat Pilar MPR RI bukan sekadar materi yang harus diketahui, tetapi nilai-nilai yang perlu kita implementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Perempuan, khususnya para pengasuh pesantren dan mubaliqoh, memiliki posisi strategis untuk menanamkan nilai kebangsaan kepada keluarga, santri, dan masyarakat,” ujar Ade dihadapan peserta sosialisasi.

Ade menilai keberadaan JP3M memiliki peran penting dalam membangun karakter masyarakat. Pesantren dan para mubaliqoh tidak hanya menjadi tempat untuk memperkuat pendidikan keagamaan, tetapi juga dapat menjadi ruang untuk menanamkan semangat persatuan, toleransi, gotong royong, serta kecintaan terhadap bangsa dan negara.
Ia juga mengajak para peserta untuk terus menjaga persatuan di tengah keberagaman masyarakat Indonesia. Perbedaan latar belakang, suku, budaya maupun pandangan, kata dia, hendaknya tidak menjadi alasan untuk memecah persaudaraan.
“Kita hidup di tengah masyarakat yang beragam. Karena itu, semangat Bhinneka Tunggal Ika harus terus kita rawat. Perbedaan jangan dijadikan sumber perpecahan, tetapi menjadi kekuatan untuk membangun Indonesia yang lebih baik,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Ade juga menekankan pentingnya penguatan nilai Pancasila dalam kehidupan keluarga dan lingkungan masyarakat. Menurutnya, keluarga memiliki peranan awal dalam membentuk karakter generasi penerus bangsa.
Para perempuan yang aktif dalam kegiatan pesantren dan dakwah dinilai memiliki kesempatan besar untuk menjadi teladan sekaligus menyampaikan pesan-pesan kebangsaan secara sederhana dan mudah diterima masyarakat.
“Ketika nilai Pancasila ditanamkan dari keluarga dan lingkungan pendidikan, kita berharap lahir generasi yang tidak hanya memiliki pengetahuan, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap sesama, menghargai perbedaan, dan memiliki rasa cinta kepada tanah air,” ujar Ade.
Ia mengajak para pengasuh pesantren dan mubaliqoh di Kecamatan Carenang untuk menjadi bagian dari gerakan memperkuat persatuan dan membangun masyarakat yang berkarakter.
“Mari kita bersama-sama menjaga Pancasila, memperkuat persatuan, menghormati konstitusi, dan merawat keberagaman. Dari pesantren dan lingkungan masyarakat, kita bisa ikut membangun generasi Banten yang religius, berkarakter, toleran, dan cinta Indonesia,” tutur Ade.
Kegiatan sosialisasi tersebut diikuti oleh para anggota JP3M Kecamatan Carenang serta peserta lainnya. Selain penyampaian materi Empat Pilar MPR RI, dalam kegiatan itu, Ade Yuliasih juga membuka ruang dialog.
Banyak peserta sosialisasi menyampaikan pertanyaan. Baik seputra Empat Pilar MPR RI maupun berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat, seperti soal pendidikan, keagamaan, pemberdayaan perempuan, dan kehidupan sosial di lingkungan pesantren.
Dari sekian banyak pertanyaan tersebut, Ade Yuliasih menjawab secara tegas dan lugas. Khususnya seputar Empat Pilar MPR RI.***








Komentar