BANTEN 72 – Gubernur Banten Andra Soni meraih penghargaan Koperasi Award 2026 dari Kementerian Koperasi untuk Kategori Bakti Koperasi Nayaka Mahambara yakni kepala daerah yang berkomitmen dalam menggerakkan ekonomi kerakyatan melalui koperasi.
Penyerahan penghargaan Koperasi Award 2026 dilakukan Menteri Koperasi Ferry Juliantono kepada Gubernur Banten Andra Soni di Jakarta, Kamis 20 Agustus 2026 malam
Terhadap penghargaan yang diraih Gubenur Banten Andra Soni tersebut, Ketua Dewan Koperasi Indonesia Wilayah (Dekopinwil) Banten H Hasbi Sidik, S.T, M.Si menyampaikan apresiasi.
“Saya selaku Ketua Dekopinwil Banten beserta jajaran pengurus dan pelaku dan penggiat koperasi menyampaikan apresiasi terhadap Bapak Gubeenur Banten Andra Soni atas penghargaan Koperasi Award 2026. Kami bangga dan semakin memotivasi untuk menggerakkan koperasi di Banten,” kata Hasbi.
Hal tersebut, ucap Hasbi, selaras dengan makna kategori penghargaan Nayaka Mahambara yang merujuk pada pemimpin daerah yang berkomitmen menggerakkan ekonomi kerakyatan melalui koperasi.
Menurut Hasbi, penghargaan tersebut juga membuktikan komitmen Gubernur Banten Andra Soni bahwa koperasi tidak hanya menjadi organisasi ekonomi, tetapi juga instrumen pemberdayaan masyarakat.
“Dengan penghargaan ini, Gubernur Banten diakui sebagai tokoh daerah yang berhasil menjadikan koperasi bagian dari kebijakan pembangunan, baik lewat dukungan regulasi, fasilitasi pembiayaan, maupun kolaborasi dengan Dekopinwil dan Dekopinda,” katanya.
Gubernur Banten Andra Soni yang menerima penghargaan menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Koperasi Republik Indonesia yang telah menyelenggarakan Koperasi Awards.
Ini adalah bentuk penghargaan kepada individu, kelompok, maupun lembaga yang dinilai memiliki kontribusi dan komitmen terhadap perkembangan koperasi di Indonesia.
“Alhamdulillah, Provinsi Banten diberikan apresiasi pada Koperasi Awards 2026,” ungkap Andra Soni.
Andra Soni menilai koperasi tidak semata-mata harus dipandang sebagai sebuah badan atau kelembagaan ekonomi, tetapi lebih jauh perlu ditempatkan sebagai pola pikir dan semangat kerja sama dalam kehidupan ekonomi masyarakat.
“Kami mengutip apa yang disampaikan oleh Prof. Sri Edi Swosono, Guru Besar Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, tadi tentang bagaimana kooperasi harusnya menjadi sebuah mindset berpikir daripada warga negara Indonesia.
Di mana dalam kegiatan ekonomi yang diutamakan adalah bukan badannya, tapi lebih kepada kerjasamanya,” katanya.
Menurutnya, semangat kebersamaan dan kerja sama yang menjadi prinsip koperasi sangat relevan dalam mendorong penguatan ekonomi rakyat.
Karena itu, pengembangan koperasi di daerah perlu dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan berbagai pihak.
Andra Soni menegaskan, Pemprov Banten berkomitmen untuk terus mengembangkan koperasi sebagai bagian dari upaya memperkuat perekonomian masyarakat.
“Di Provinsi Banten kita akan berusaha terus untuk mengembangkan koperasi sebagai landasan ekonomi rakyat di Provinsi Banten,” jelasnya.
Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengatakan koperasi bukan sekadar badan usaha, melainkan gagasan ekonomi berbasis kebersamaan dan gotong royong untuk meningkatkan kesejahteraan anggota serta memberikan manfaat masyarakat.
“Melalui Koperasi Award 2026, kita memberikan apresiasi kepada insan dan koperasi yang telah menunjukkan dedikasi, inovasi, dan kerja nyata,” kata Ferry.
Ia menegaskan penghargaan Koperasi Award 2026 bukan hanya tentang penerima apresiasi, tetapi menjadi pengakuan terhadap pihak yang konsisten bekerja melanjutkan cita-cita koperasi dari Bung Hatta.
Ferry menyebut Kementerian Koperasi memiliki tanggung jawab membina koperasi yang telah berkembang, termasuk sekitar 130 ribu koperasi yang saat ini tercatat sebagai bagian ekosistem ekonomi nasional.***





Komentar