Wisata Banten Kembali Menggeliat, KPPC Optimistis Carita, Anyer hingga Tanjung Lesung Ramai Wisatawan

BANTEN72 — Komunitas Peduli Pariwisata Carita (KPPC) optimistis sektor pariwisata di Banten kembali menggeliat setelah aktivitas Gunung Anak Krakatau (GAK) turun dari Level III (Siaga) menjadi Level II (Waspada).
Penurunan level aktivitas GAK tersebut dinilai memberikan angin segar bagi pelaku pariwisata, khususnya di kawasan Carita, Anyer hingga Tanjung Lesung.

Ketua KPPC Kabupaten Pandeglang, Supriadi Franky, mengatakan kondisi tersebut menjadi momentum untuk kembali meningkatkan promosi destinasi wisata di Banten.

Baca juga:  Agenda Reses, Anggota DPRD Pandeglang Andri Nurul Anwar Siap Turun ke Dapil Serap Aspirasi Masyarakat 

“Kami dari KPPC optimistis destinasi wisata mulai dari Carita, Anyer hingga Tanjung Lesung dapat kembali menarik wisatawan. Namun, tentunya tetap dengan memperhatikan ketentuan dan informasi resmi dari pemerintah terkait aktivitas GAK,” kata Franky, Rabu (23/9/2026).

Menurutnya, menggeliatnya kembali sektor pariwisata membutuhkan kolaborasi seluruh pihak. Tidak hanya pemerintah, tetapi juga pelaku usaha, stakeholder pariwisata, masyarakat dan relawan perlu bersama-sama mempromosikan berbagai destinasi wisata di Banten, khususnya Kabupaten Pandeglang.

Baca juga:  PKB Pandeglang Kawal Program BSPS DPR RI, Mulyadhi:  Pastikan Bantuan Tepat Sasaran

“Memajukan pariwisata membutuhkan kolaborasi. Semua pihak harus ikut mengambil peran dalam mempromosikan potensi wisata yang kita miliki,” ujarnya.

Franky juga menilai faktor keamanan dan kenyamanan menjadi bagian penting dalam menarik minat wisatawan. Karena itu, ia berharap aparat keamanan bersama seluruh pemangku kepentingan dapat terus memberikan rasa aman bagi masyarakat dan wisatawan di berbagai destinasi.

“Rasa aman dan nyaman merupakan modal penting dalam memajukan daerah, khususnya sektor pariwisata,” katanya.

Baca juga:  KKM 53 UNIBA Hadirkan Alat Pembakaran Sampah Minim Asap

Selain promosi destinasi, Franky mendorong pemerintah agar lebih banyak memanfaatkan fasilitas hotel dan tempat wisata lokal untuk berbagai kegiatan pemerintahan, seperti rapat, pertemuan maupun event.

Menurutnya, langkah tersebut dapat membantu meningkatkan tingkat kunjungan sekaligus mendorong perputaran ekonomi masyarakat.

“Kalau kegiatan pemerintah lebih banyak dilaksanakan di hotel atau destinasi wisata lokal, dampaknya akan dirasakan pelaku usaha dan masyarakat. Perputaran ekonomi juga semakin meningkat,” tandasnya. (Bt72)***

Komentar