BANTEN72– Gunung Anak Krakatau (GAK) tidak hanya memiliki nilai sejarah geologi, tetapi juga menjadi bagian dari kekayaan alam dan potensi pariwisata Banten. Dengan mengikuti ketentuan dan pemantauan resmi pemerintah, Tanjung Lesung tetap dapat menjadi destinasi wisata yang nyaman dikunjungi.
Hal itu disampaikan Penyelidik Bumi Madya Badan Geologi, Kementerian ESDM, Dr. Ir. Mochamad Nugraha Kartadinata, saat berada di Tanjung Lesung Beach & Resort bersama Ahli Gunung Api ITB Dr. Eng. Ir. Mirzam Abdurrachman, S.T., M.T
Menurut Nugraha, aktivitas masyarakat dan wisatawan dilarang dalam radius 3 kilometer dari pusat erupsi GAK. Sementara Tanjung Lesung berada di luar radius tersebut.
Manajemen Tanjung Lesung terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, BMKG, PVMBG dan instansi terkait untuk memantau perkembangan aktivitas GAK.
Chief Operating Officer Tanjung Lesung, Ivonne Anggraini, mengatakan operasional kawasan hingga kini tetap berjalan normal. Namun, sebagai langkah antisipasi, pihaknya sementara menutup paket wisata yang mendekati kawasan GAK, termasuk Krakatau Trip.
Di sisi lain, sejumlah destinasi wisata di Tanjung Lesung tetap ramai dikunjungi, terutama pada akhir pekan. Wisatawan dapat menikmati Pantai Lalassa, Ladda, Bodur dan Pantai Tanjung Lesung, termasuk berbagai aktivitas seperti jetski, banana boat dan kayak.
Ivonne menegaskan, keselamatan wisatawan tetap menjadi prioritas. Manajemen akan terus mengikuti perkembangan informasi BMKG, PVMBG dan pemerintah daerah untuk memastikan aktivitas wisata berjalan aman dan nyaman. (Bt72)***







Komentar