Viral! Murid SD di Cikeusik Pandeglang Menyeberangi Jembatan Bambu Demi Sekolah, Bupati Dewi Respons Cepat  Dalam Waktu Dekat Segera Dibangun

BANTEN72– Sebuah video yang menampilkan sejumlah murid SDN Cikadongdong 2 di Kecamatan Cikeusik, Kabupaten Pandeglang, viral di media sosial. Dalam video tersebut, para murid terlihat menyeberangi jembatan bambu seadanya untuk berangkat dan pulang sekolah. Mereka harus berhati-hati saat melintasi jembatan darurat itu agar tidak terjatuh ke sungai di bawahnya.

“Kami setiap hari lewat jembatan ini. Takut sekali kalau hujan, karena licin dan bergoyang,” kata Alif, salah satu murid SDN Cikadongdong 2, Rabu (12/11/2025).

Camat CikeusikWahyu Awaludin  menjelaskan,  bahwa jembatan bambu tersebut berada di ruas jalan kabupaten yang menghubungkan Desa Curugciung–Muruy/Cipaas–Muruy sepanjang empat kilometer. Jembatan Cipaas itu membentang di atas sungai dangkal dengan ketinggian air sekitar satu meter. Namun, saat musim hujan, debit air meningkat sehingga warga membutuhkan jembatan untuk menyeberang.

Baca juga:  Penyaluran Beras SPHP Jamin Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan di Tanah Papua

“Jembatan darurat ini dibangun secara swadaya oleh warga dan digunakan ketika air sungai sedang tinggi. Kalau musim kemarau, warga biasanya menyeberang langsung melalui dasar sungai karena airnya dangkal,”  kata Wahyu kepada Tangselpos.id.

Menurut dia, pemerintah kecamatan telah mengusulkan pembangunan jembatan permanen di lokasi tersebut melalui berbagai mekanisme, termasuk musrenbang dan proposal resmi. “Tim dari DPUPR Pandeglang sudah turun ke lokasi untuk melakukan pengukuran pembangunan Jembatan Cipaas. Semoga dalam waktu dekat jembatan permanen segera dibangun,” ujarnya.

Baca juga:  Gardu Ganjar Gelar Senam Sehat dan Lomba Karaoke Bareng Ibu-Ibu di Serang

Respons Cepat

Sementara itu, Bupati Pandeglang Raden Dewi Setiani mengatakan,  bahwa jembatan bambu yang viral itu merupakan jalur alternatif yang digunakan warga saat debit air meningkat. Ia menjelaskan, tidak jauh dari lokasi tersebut sebenarnya sudah ada jembatan, namun bagian abutment-nya roboh akibat tergerus air sungai.

“Insya Allah pada APBD Perubahan ini kita susun Detail Engineering Design (DED) untuk pembangunan jembatan, dan akan kita usulkan ke Pemprov Banten agar mendapat prioritas,” kata Bupati Dewi.

Baca juga:  Gelar Musrenbang RKPD, Ini Prioritas Pembangunan Pemkot Tangsel di 2025

Bupati juga meminta masyarakat bersabar karena pembangunan infrastruktur di Pandeglang masih terbatas akibat rendahnya kemampuan fiskal daerah. Pemerintah daerah, lanjutnya, terus berupaya meningkatkan kapasitas keuangan serta menjalin komunikasi dengan Pemprov Banten untuk mendapat dukungan pembangunan infrastruktur.

“Dengan keterbatasan fiskal, kami tetap berupaya agar Pemprov Banten bisa mengintervensi pembangunan infrastruktur di Kabupaten Pandeglang,” tandas Bupati Dewi, yang juga merupakan kader Partai Gerindra. (Bt72)*

Komentar