Untuk Lansia di Era Modern, CKG sebagai Solusi Kesehatan Berkualitas

BANTEN72 — Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) semakin menegaskan perannya sebagai fondasi penting dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, termasuk bagi kelompok lansia.

Melalui pendekatan deteksi dini, pemerintah mendorong perubahan dari pola pengobatan menuju pencegahan untuk menekan risiko penyakit berat seperti stroke dan jantung yang banyak dialami usia lanjut.

Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, menegaskan bahwa pemeriksaan kesehatan berkala merupakan langkah penting yang tidak boleh diabaikan.

“Cek Kesehatan Gratis minimal setahun sekali itu semua orang harus lakukan. Kenapa?, karena kematian paling tinggi itu stroke, jantung, dan ginjal.” Ucapnya.

Pernyataan tersebut memperkuat pentingnya CKG sebagai langkah preventif, khususnya bagi lansia yang rentan terhadap penyakit kronis.

Baca juga:  Pemerintah Pastikan Pemulihan Bencana Sumatera Tuntas Sebelum Ramadan

Data menunjukkan bahwa stroke menjadi penyebab kematian tertinggi dengan ratusan ribu kasus setiap tahun, disusul penyakit jantung, kanker, dan gagal ginjal. Menkes juga mengingatkan bahwa penyakit-penyakit tersebut sebenarnya dapat dicegah jika terdeteksi lebih awal.

“Stroke itu 300 ribu, jantung 250 ribu, kanker 234 ribu. Itu penyakit-penyakit kronis yang sebenarnya kita punya waktu 5 sampai 6 tahun sebelum kondisi menjadi fatal.” jelas Budi.

Dalam praktiknya, pencegahan dapat dilakukan dengan memantau indikator kesehatan utama seperti tekanan darah, gula darah, dan kolesterol.

Baca juga:  Dalam Rangka Hari Buruh, Dinkes Kabupaten Serang adakan Cek Kesehatan Gratis

“Tekanan darah harus di bawah 120 per 80, gula darah tidak lebih dari 200. Kolesterol ideal di bawah 200, atau LDL sebaiknya di bawah 100.” terang Budi.

Implementasi CKG tidak berhenti pada tahap pemeriksaan, tetapi juga mencakup tindak lanjut berupa pengobatan atau rujukan medis.

Hal ini memperkuat efektivitas program dalam menekan angka kesakitan dan kematian, sekaligus meningkatkan kualitas hidup lansia.

Di sisi lain, Wakil Menteri Kesehatan, Benjamin P. Octavianus, menekankan bahwa CKG juga berperan dalam mendukung penanganan penyakit menular seperti tuberkulosis.

“Kita fokus pada pemberantasan tuberkulosis sebagai bagian dari program prioritas. CKG menjadi pintu masuk penting untuk memperluas skrining dan menemukan kasus lebih awal.” paparnya.

Baca juga:  Gerai Koperasi Merah Putih Diperluas untuk Perkuat Ekonomi Lokal

Pelaksanaan di daerah juga menunjukkan hasil positif. Kepala Dinas Kesehatan Donggala, Aprina Lingkeh, menyebutkan,jika CGK difokuskan untuk pendektesian awal.

“CKG difokuskan untuk mendeteksi lebih awal kondisi kesehatan masyarakat sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan efektif.” ujar Aprina.

Dengan penguatan program ini, CKG menjadi lebih dari sekadar layanan kesehatan. Bagi lansia, CKG merupakan investasi jangka panjang untuk menjaga kualitas hidup, meningkatkan kemandirian, serta memastikan masa tua yang lebih sehat dan produktif di era modern.*

Komentar