Tokoh Pengusaha Sebut Pandeglang Butuh Pusat Destinasi Kuliner 

BANTEN72–  Tokoh pengusaha asli Pandeglang H. Mulyadi menyebut bahwa saat ini Pandeglang butuh pusat destinasi kuliner yang representatif di pusat kota.

Padahal destinasi kuliner menjadi daya tarik wisatawan termasuk tamu luar yang berkunjung ke Pandeglang.

“Di Pandeglang ini banyak pelaku usaha mikro kecil menengah atau UMKM. Namun pengembangan usaha mereka itu patut mendapatkan perhatian dari pemerintah daerah.

Baca juga:  Ganjar Untuk Semua Berikan Bantuan Pengeras Suara untuk Pesantren di Cilegon, Banten

“Sayang jika keberadaan pelaku UMKM tidak berdayakan , padahal kehadiran mereka bisa menghidupkan perekonomian masyarakat,” kata Mulyadi  yang peduli terhadap UMKM.

Selain pusat kuliner , tentunya Pandeglang harus memiliki rest area yang layak. Tidak saja luas rest area namun juga lokasinya harus setrategi.

“Sebetulnya untuk mengembangkan destinasi kuliner dan pembangunan rest area bisa dilibatkan investor Pandeglang. Namun aturan mainnya harus sehat dan sama-sama memberikan dampak positif bagi investor dan pemerintah,” katanya.

Baca juga:  Ketua DPC Organda Pandeglang Minta Penertiban Truk Tronton Parkir Sembarangan di Jalur Sukarela

Dibagian lain , lanjut Mulyadi,  untuk memajukan sektor pertanian pemerintah harus bisa mempromosikan komoditas pangan beras unggulan masing-masing wilayah.

Ia mencontohkan bahwa Pandeglang punya produksi beras yang sudah ternama yakni beras cimanuk, beras Patia dan beras rahong.

“Seharusnya beras khas lokal harus terus dipatenkan label namanya, sehingga Pandeglang kaya dengan produksi beragam jenis beras,” ujarnya.

Baca juga:  Pengembangan UMKM Bukti Keberpihakan Pemerintah pada Ekonomi Kerakyatan

Namun yang terjadi saat ini, kata Mulyadi beragam jenis beras itu terkesan hanya satu nama beras Cimanuk. Padshal beras lainnya juga kalau dipromosikan namanya bisa terkenal.

“Yang pasti beras produksi Pandeglang kualitasnya sangat bagus dan masih unggul di banding beras lainnya di Banten dan nasional,” katanya.

 

Komentar