Siswa SDN Singapadu Kota Serang Antusias Ikut Edukasi Pengenalan Lingkungan dan Mewarnai

BANTEN72-Enam mahasiswa dari Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Bina Bangsa (Uniba) sukses menggelar kegiatan edukatif bertajuk “Belajar Sambil Bermain: Mengenal Lingkungan dan Seni Mewarnai ” di SDN Singapadu, yang berlokasi di Jalan Raya Baros Petir, Tinggar, Kecamatan Curug, Kota Serang, Provinsi Banten.

Kegiatan ini berlangsung dengan penuh semangat dan antusiasme dari siswa-siswi kelas 2 SDN Singapadu. Para mahasiswa yang terlibat adalah bagian dari program pengabdian kepada masyarakat, yang merupakan implementasi dari mata kuliah media dokumentasipublic relation dan publikasi serta bentuk nyata kontribusi mahasiswa terhadap pembangunan karakter dan wawasan generasi muda sejak dini.

Dengan pendekatan yang menyenangkan dan komunikatif, para mahasiswa Uniba mengemas sesi edukasi pengenalan lingkungan dalam bentuk cerita mewarnai, permainan interaktif, dan diskusi ringan.

Tujuannya adalah untuk menanamkan pemahaman tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, mengenal berbagai jenis sampah, serta peran anak-anak dalam menjaga alam sekitar mereka. “Kami ingin anak-anak bisa mengenal lingkungan sekitar sejak dini, memahami pentingnya kebersihan, dan mulai membiasakan diri memilah sampah serta tidak membuang sampah sembarangan,” ujar Sahrul Shodikin , salah satu mahasiswa Ilmu Komunikasi yang menjadi koordinator kegiatan.

Baca juga:  Sopir Angkot Mogok Narik, Anak Sekolah di Pandeglang Pulang Jalan Kaki

Selain pengenalan lingkungan, sesi edukasi mewarnai menjadi bagian penting dari kegiatan.

Melalui kegiatan ini, para siswa tidak hanya diajak menyalurkan kreativitas mereka, tetapi juga diberikan pemahaman bahwa seni menggambar bisa menjadi media ekspresi yang positif dan membangun.

Selama kegiatan berlangsung, suasana kelas dipenuhi dengan gelak tawa dan semangat para siswa. Mereka dengan antusias mengikuti setiap sesi yang dibawakan oleh para mahasiswa, mulai dari menyanyikan lagu-lagu edukatif tentang lingkungan, bercerita tentang kebiasaan menjaga kebersihan rumah dan sekolah, hingga mewarnai bersama dengan tema “Lingkungan Sehat dan Bersih”.

“Anak-anak sangat senang. Mereka jarang mendapat kegiatan seperti ini yang menggabungkan edukasi dan seni sekaligus,” ungkap Ibu Yati, guru kelas 2 SDN Singapadu.

Ia berharap kegiatan semacam ini bisa menjadi agenda rutin karena membawa dampak positif terhadap siswa, baik dalam hal pengetahuan maupun pengembangan karakter. Dukungan dari Sekolah dan Warga Sekitar

Kepala Sekolah SDN Singapadu, Ibu Yayu, menyampaikan apresiasinya atas inisiatif para mahasiswa Uniba. Ia menilai kegiatan ini tidak hanya meningkatkan wawasan siswa, tetapi juga menjadi bentuk nyata kolaborasi antara dunia pendidikan tinggi dan pendidikan dasar.

Baca juga:  Pemkab Lebak Dekatkan Layanan KIR ke Lebak Selatan

“Kami sangat mengapresiasi kehadiran mahasiswa Uniba. Mereka memberikan semangat baru bagi siswa kami dan menjadi contoh teladan bahwa belajar bisa dilakukan dengan cara yang menyenangkan dan bermakna,” ujarnya.

Kegiatan ini juga mendapat sambutan baik dari warga sekitar sekolah. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Bina Bangsa untuk menerapkan teori yang mereka pelajari di kelas ke dalam kehidupan nyata.

Dengan mengambil peran sebagai fasilitator edukasi, mahasiswa tidak hanya melatih kemampuan komunikasi interpersonal dan public speaking, tetapi juga membangun empati dan kepekaan sosial.

“Lewat kegiatan ini kami belajar bahwa komunikasi bukan hanya soal berbicara, tetapi bagaimana menyampaikan pesan dengan cara yang dipahami dan diterima oleh audiens, dalam hal ini adalah anak-anak usia sekolah dasar,” jelas Adinda, salah satu mahasiswa peserta kegiatan.

Baca juga:  Warga Diminta Waspada Musibah Kebakaran

Tujuan utama dari kegiatan ini adalah menanamkan nilai-nilai kepedulian lingkungan dan menumbuhkan kreativitas siswa sejak usia dini. Harapannya, siswa-siswi SDN Singapadu bisa membawa pesan ini ke rumah dan lingkungan sekitar mereka, sehingga terbentuk budaya cinta lingkungan yang berkelanjutan.

Di akhir kegiatan, para siswa diberikan kesempatan untuk membawa hasil gambar mereka ke rumah . Setiap siswa juga diberikan bingkisan kecil sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi aktif mereka. Harapan dan Rencana Selanjutnya Para mahasiswa berharap kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut dan ditingkatkan skalanya.

Mereka merencanakan untuk menggandeng lebih banyak sekolah di wilayah Banten, khususnya yang berada di daerah terpencil atau dengan akses edukasi tambahan yang terbatas.

“Kami percaya bahwa perubahan besar dimulai dari langkah-langkah kecil. Dengan memberikan edukasi kepada anak-anak, kami turut berkontribusi dalam menciptakan masa depan yang lebih baik,” tutup Sahrul.

Dengan semangat kolaborasi antara mahasiswa, pihak sekolah, dan masyarakat, kegiatan edukatif ini membuktikan bahwa pengabdian kepada masyarakat dapat diwujudkan melalui tindakan nyata yang inspiratif dan berdampak langsung.***

Komentar